65 mahasiswa Kediri ikut Program Kampus Mengajar

  • Bagikan



Kalau lulus yang dibutuhkan adalah best practice dan mereka kini berkesempatan untuk menciptakan pengalaman terbaik di sekolah-sekolah. Jadi, yang didapatkan di lapangan, bisa dijadikan pengalaman ketika nanti masuk di dunia kerja

Kediri (RUMAHBICARA.COM) – Sebanyak 65 mahasiswa asal Kota Kediri, Jawa Timur, lulus seleksi dan mengikuti kegiatan penerimaan mahasiswa magang Program Kampus Mengajar di kota ini, yang bisa dijadikan pengalaman ketika nanti masuk di dunia kerja.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Marsudi, Sabtu, mengemukakan 65 mahasiswa tersebut berasal dari universitas di seluruh Indonesia yang mendaftar Program Kampus Mengajar bulan November 2022. Program tersebut dari Kemendikbud Ristek.

“Ini merupakan program dari Kemendikbudristek  dan tahun lalu kami sudah laksanakan secara daring. Kegiatan ini sekaligus implementasi pelaksanaan MoU antara Wali Kota Kediri dengan Menteri Pendidikan tahun 2021,” katanya di Kediri.

Marsudi juga mengatakan penerimaan mahasiswa magang program kampus mengajar di Kota Kediri ini memang bukan pertama kali. Pandemi COVID-19 yang terjadi sebelumnya juga digelar program ini, namun semua kegiatan dilakukan secara daring sehingga kegiatan seremonial baru bisa terlaksana tahun ini.

Baca juga: Mendikbudristek dorong mahasiswa ikut program MBKM

Marsudi juga menambahkan setelah pertemuan secara daring para mahasiswa akan terjun ke sekolah sasaran yakni 11 Sekolah Dasar (SD) dan empat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok yang akan praktik mengajar selama enam bulan dan dibimbing oleh masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Marsudi juga meminta agar saat praktik mengajar di sekolah, mereka mengedepankan pendidikan karakter sesuai dengan apa yang dipahami. Selain itu, ditekankan juga jangan sampai terjadi perundungan, intoleransi dan kekerasan yang bisa saja terjadi sekolah.

“Pesan saya jangan sampai ada perundungan baik fisik maupun nonfisik, intoleransi yang menyangkut tentang SARA dan kekerasan,” kata dia.

Marsudi juga berharap para mahasiswa memiliki pengalaman terbaik setelah mengikuti kegiatan kampus mengajar dan dapat dijadikan bekal ketika memasuki dunia kerja.

“Kalau lulus yang dibutuhkan adalah best practice dan mereka kini berkesempatan untuk menciptakan pengalaman terbaik di sekolah-sekolah. Jadi, yang didapatkan di lapangan, bisa dijadikan pengalaman ketika nanti masuk di dunia kerja,” kata Marsudi. 

Baca juga: Program Kampus Mengajar dinilai sukses atasi kesenjangan pembelajaran

Baca juga: Program Kampus Mengajar tingkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © RUMAH BICARA 2023

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *