AAKI: Transportasi masih dianggap kebutuhan komplementer

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transportasi itu kebutuhan dasar, akan tetapi kami lihat saat ini transportasi masih jadi komplementer dari kebutuhan lain. Yang paling pokok itu sembako, sembako itu banyak kebijakannya makanya arahnya banyak bansos

Jakarta (Rumah Bicara) – Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahadiansyah mengatakan transportasi masih dianggap sebagai kebutuhan komplementer, bukan kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Transportasi itu kebutuhan dasar, akan tetapi kami lihat saat ini transportasi masih jadi komplementer dari kebutuhan lain. Yang paling pokok itu sembako, sembako itu banyak kebijakannya makanya arahnya banyak bansos,” katanya dalam Sosialisasi PP Nomor 35 Tahun 2023 di Jakarta, Selasa.

Trubus mengungkapkan, khususnya di daerah, political will untuk menciptakan layanan transportasi masih sangat minim.

Ia mencontohkan kasus mudik gratis, di mana masyarakat peserta mudik gratis masih perlu merogoh kocek dalam untuk bisa sampai ke rumah meski ikut program mudik gratis.

“Mudik gratis itu sampai kotanya saja. Habis itu pemudik harus pakai ojek atau sewa untuk bisa sampai rumah, percuma, tetap perlu mengeluarkan uang,” katanya.

Menurut Trubus, angkutan desa, termasuk angkutan di daerah, tidak berjalan optimal karena membutuhkan anggaran besar, sementara anggaran pemda tidak mencukupi.

Belum lagi tuntutan masyarakat yang menginginkan angkutan yang aman dan nyaman, sementara anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

Tantangan lain yang menanti juga terkait kendaraan listrik di daerah, khususnya terkait penyediaan infrastruktur pendukungnya.

Lead Advisor GIZ SUTRI NAMA & INDOBUS Achmad Zacky Ambadar menilai faktor pendanaan jadi tantangan terbesar dalam mengimplementasikan transportasi.

Oleh karena itu, GIZ sebagai Tim Teknis Jerman yang diberi mandat oleh Pemerintah Republik Federal Jerman melalui BUMN, Pemerintah Kerajaan Inggris Raya, dan Irlandia Utara melalui BEIS, serta Konfederasi Swiss yang diwakili oleh State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss, telah memberikan bantuan pengembangan transportasi berkelanjutan lewat proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (SUTRI NAMA) dan komponen Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS) di enam kota, yaitu Pekanbaru, Batam, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Baca Juga :  Kepala OIKN usung pendekatan 5D untuk pengembangan kota masa depan 

“Kita ketahui bahwa kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan transportasi ini sangat besar tetapi sampai saat ini ternyata kemampuan keuangan atau ruang fiskal pemerintah daerah masih sangat terbatas. Artinya daerah perlu mencari alternatif pendanaan lain yang bisa digunakan untuk mengakses pembangunan transportasi,” katanya.

Zacky berharap PP Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah diharapkan dapat mendukung penyediaan layanan transportasi publik bagi masyarakat.

Beleid tersebut mengatur penggunaan 10 persen pendapatan pajak kendaraan bermotor yang harus digunakan pemerintah daerah untuk perbaikan atau pembangunan transportasi.

“PP 35/2023 mengamanatkan minimal 10 persen pajak kendaraan motor untuk pengembangan transportasi. Apakah ke public transport atau ke pembangunan jalan. Ini jadi langkah awal mengembangkan sistem transportasi berkelanjutan di kota masing-masing. Kami berharap bisa lebih dalam menggali potensi pendanaan yang ada,” katanya.

Baca juga: DPW AAKI Papua diharapkan dapat mengawal kebijakan pemerintah daerah

Baca juga: AAKI apresiasi PHE produksi 1 juta barel setara minyak/hari

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Pakar UGM: Peluang ekspor rempah-rempah Indonesia masih menjanjikan
Bapanas: Bantuan pangan beras guna kendalikan permintaan di masyarakat
OIKN: Kota dapat mempengaruhi pencapaian SDGs secara signifikan
Khofifah: Implementasi ilmu terapan atasi permasalahan petani garam
Neraca perdagangan Indonesia dengan Mesir surplus Rp18,23 triliun
Pemprov Sumut targetkan perputaran uang UMKM di F1H2O capai Rp1 miliar
Bridgestone tampilkan ban dengan teknologi ENLITEN di IIMS 2024
Presiden Jokowi apresiasi efisiensi di Makassar New Port

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:15 WIB

Gaet operator global, Telkomsel permudah pelancong saat di luar negeri

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:13 WIB

Kredit BRIguna beri ide usaha sampingan yang bikin cuan

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:12 WIB

Pertumbuhan startup nasional bukti keberhasilan hilirisasi digital

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:11 WIB

Bongkar keunggulan Huawei Freebuds Pro 3 yang bakal rilis di Indonesia

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:09 WIB

Zumba Fitness luncurkan aplikasi konsumen pertamanya Zumba App

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:07 WIB

Startup Studio Indonesia kembali digelar dengan 17 partisipan

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:06 WIB

Kemendikbudristek: Bangkit tunjang kompetensi pemuda di bidang AI

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:05 WIB

Meta uji unggahan lintas platform dari Facebook ke Threads

Berita Terbaru

TERKINI

KPU Jember temukan dugaan manipulasi suara di TPS

Kamis, 22 Feb 2024 - 23:39 WIB

HIBURAN

Hana Malasan jajal karakter baru di serial “Ratu Adil”

Kamis, 22 Feb 2024 - 23:20 WIB