Akademisi: Blok Masela bisa menjadi tulang punggung migas nasional

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blok Masela memiliki peran strategis dalam industri hulu migas nasional.

Ambon (Rumah Bicara) – Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku mengemukakan bahwa lapangan abadi Blok Masela bisa menjadi tulang punggung produksi migas secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Blok Masela memiliki peran strategis dalam industri hulu migas nasional. Blok Masela menjadi salah satu tulang punggung dalam meningkatkan produksi minyak dan gas untuk mendukung keberlanjutan pembangunan dan tumbuhnya industri nasional pengguna gas di tanah air,” kata Ketua Pengelola Laboratorium Terpadu Pendukung (LTP) Blok Masela Unpatti Ir Erick Wattimena, di Ambon, Rabu.

Erick mengatakan bahwa berdasarkan beragam penelitian, Blok Abadi Masela memiliki cadangan gas yang luar biasa dan saat ini adalah yang terbesar di Indonesia.

“Dari lapangan ini akan diproduksi 9,5 million metric tonnes per annum (MMTPA) LNG, 150 million standard cubic feet per day (MMSCFD) gas pipa, dan 35,000 barrel/day kondensat, sehingga menjadi tulang punggung bagi peningkatan produksi migas nasional untuk mencapai target 2030 yang telah ditetapkan yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD),” kata dia.

Ia melanjutkan bahwa dampak ikutan dari proyek abadi Masela juga akan dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat daerah, antara lain PI 10 persen untuk pemerintah daerah, serta pembangunan kilang secara onshore akan turut mendukung menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada perekonomian di daerah serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Apalagi saat ini PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bekerjasama dengan Petronas telah mengambil alih pengelolaan lapangan abadi Blok Masela, dengan mengakuisisi 35 persen Participating Interest (PI) milik Shell Upstream Overseas Services Ltd (SUOS).

Baca Juga :  Airlangga: Partisipasi sektor swasta penting dalam pertumbuhan ASEAN

Oleh sebab itu saat ini Unpatti tengah menyiapkan tim kajian potensi dan dampak dari operasi pengelolaan lapangan abadi Blok Masela untuk kepentingan masyarakat.

“Tim kajian itu dibentuk dari sembilan fakultas yang ada di Universitas Pattimura, kami melihat akademisi yang memiliki potensi-potensi untuk pengembangan kedepannya,” ujarnya lagi.

Saat ini para peneliti tersebut sedang melakukan pengkajian perorangan sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing.

Dia menegaskan bahwa Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Unpatti hadir untuk memberikan beragam hasil penelitian dan pengkajian terkait Blok Masela itu, agar dapat rujukan bagi pengambilan keputusan pemerintah pusat maupun daerah.

“Bukan hanya untuk mahasiswa, tapi laboratorium ini juga akan melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk mempresentasikan hasil kajian-kajian kami yang berdampak pada masyarakat,” kata dia menjelaskan.

Baca juga: Pemda harus siap sambut pengoperasian blok migas masela

Baca juga: Pengamat: Pertamina akuisisi blok migas bukti kemampuan anak bangsa

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat
Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:14 WIB

Kemenhub maksimalkan Pelabuhan Bitung tingkatkan ekspor perikanan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:11 WIB

Kriminal kemarin, Polda panggil Firli hingga hukuman pengedar narkoba

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:10 WIB

Bawaslu RI sebut PSS di Paniai tunggu sinyal hijau dari pihak keamanan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:09 WIB

Aliansi Advokat Indonesia: Pertahankan hasil pemilu sesuai mekanisme

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:08 WIB

Ten Hag akan lakukan segalanya demi bawa MU finis di empat besar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:07 WIB

Imigrasi Batam deportasi buron asal Jepang

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:06 WIB

Temui Sri Sultan HB X selama dua jam, ini kata Menko Polhukam

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:05 WIB

Dubes Ukraina sebut masyarakat internasional bisa hentikan perang

Berita Terbaru

DUNIA

Waralaba kopi asal China rambah pasar luar negeri

Sabtu, 24 Feb 2024 - 08:31 WIB

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB