Benih bioteknologi bisa tingkatkan pendapatan petani hingga 52 persen

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Guru Besar Mikrobiologi dan Bioteknologi Molekuler Institut Pertanian Bogor (IPB) Antonius Suwanto mengatakan, penggunaan benih tanaman pangan hasil rekayasa genetik (bioteknologi) dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 52 persen.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Antonius merujuk temuan dari jurnal ilmiah GM Crops and Food yang menyatakan adopsi benih bioteknologi ke pertanian dunia, terbukti meningkatkan pendapatan hingga 18,8 miliar dolar AS, dengan rincian peningkatan pendapatan di negara berkembang sebesar 52 persen, dan negara maju sebesar 48 persen.

 

“Kalau mengandalkan benih konvensional saja, petani akan sulit bertahan menghadapi perubahan iklim ataupun organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang akan selalu ada, dan hal-hal ini akan menyebabkan penurunan hasil panen dari petani,” katanya di Jakarta, Jumat.

 

Menurutnya peningkatan pendapatan ini bisa terjadi dikarenakan benih bioteknologi mempunyai sifat yang lebih unggul seperti adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem, memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap hama dan penyakit dibandingkan benih tanaman pangan yang konvensional. Sehingga hal ini bisa mengurangi biaya operasional pertanian (agricultural input).

 

Ia menyampaikan selain bisa membantu petani untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan, benih tanaman pangan hasil rekayasa genetik itu juga bisa menjaga kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar dikarenakan dapat meminimalisasi penggunaan pestisida berbahaya.

 

“Bisa dibayangkan keuntungan yang akan didapat jika masyarakat kita lebih terbuka terhadap inovasi teknologi dan tidak mudah termakan dengan mitos yang beredar,” kata Antonius.

 

Sebelumnya Asosiasi Nirlaba Pertanian CropLife Indonesia mengasumsikan adanya peningkatan produksi jagung nasional sebanyak 10 persen apabila benih bioteknologi diterapkan di Indonesia.

Baca Juga :  KLHK-Taman Safari Indonesia kampanye gerakan kepedulian satwa komodo

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat
Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini
Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM
Banjir wisatawan, pengelola Gili Tramena diminta jaga sapta pesona
VICI bawa produk perkakas profesional di IIMS harga mulai Rp1 jutaan
Bali dapat tambahan kuota 250 ribu elpiji subsidi 3 kg
Keraton Surakarta berharap revitalisasi sasar bangunan dalam

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:37 WIB

Greenwood akan tolak pinangan Barcelona karena ingin kembali ke MU

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:34 WIB

Divaldo Alves nilai imbang lawan Persebaya sebagai hasil yang adil

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:33 WIB

Persib gagal pertahankan keunggulan dan ditahan imbang Barito Putera

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:32 WIB

Persib Bandung ditahan imbang Barito Putera

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:31 WIB

Tuchel: Saya bukan satu-satunya masalah di Muenchen

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:30 WIB

Jadi tuan rumah Liga 3, Persikota Tangerang ditargetkan juara

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:26 WIB

Persis Solo siap kalahkan Persik Kediri

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:26 WIB

Toni Kroos umumkan akan kembali perkuat timnas Jerman untuk Euro 2024

Berita Terbaru

TERKINI

Imigrasi Batam deportasi buron asal Jepang

Sabtu, 24 Feb 2024 - 02:07 WIB