Distan Karawang butuh tambahan eksavator untuk normalisasi irigasi

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat ini kita hanya ada satu eksavator yang digunakan untuk mengatasi kerusakan saluran irigasi

Karawang (Rumah Bicara) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membutuhkan tambahan eksavator untuk kegiatan normalisasi saluran irigasi yang mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini kita hanya ada satu eksavator yang digunakan untuk mengatasi kerusakan saluran irigasi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang Asep Hazar, di Karawang, Minggu.

Ia mengatakan bahwa selama ini eksavator yang dimiliki Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan belum pernah ada di kantor.

Keberadaan eksavator itu terus berpindah dari kelompok tani yang satu ke kelompok tani lain yang membutuhkan, digunakan untuk melakukan pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan.

“Eksavator milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus berkeliling, digunakan untuk mengatasi kerusakan pada saluran irigasi oleh kelompok tani,” katanya.

Ia berharap agar ke depan ada tambahan eksavator di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang. Sehingga upaya normalisasi saluran irigasi yang mengalami kerusakan bisa lebih maksimal.

Selain itu, kata Asep Hazar, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk melakukan perbaikan saluran irigasi dalam skala besar.

Menurut dia, di antara pemicu kerusakan saluran irigasi ialah karena keberadaan bangunan liar di atas saluran irigasi.

Sehingga perlu dilakukan penertiban bangunan liar yang banyak berada di sekitar saluran irigasi di wilayah Karawang. Baik saluran irigasi primer, sekunder maupun saluran irigasi tersier.

Normalisasi dan penertiban bangunan liar di saluran irigasi bertujuan agar debit air yang mengalir tidak terhambat.

Baca juga: Karawang siapkan pengembangan panen padi empat kali dalam setahun

Baca Juga :  Tinjau media center, Moeldoko tegaskan ASEAN ingin bangun ekosistem EV

Baca juga: Dinas: 40 ribu hektare sawah di Karawang tercover asuransi pertanian 

Baca juga: Pemkab Karawang gulirkan gerakan pengendalian OPT atasi serangan tikus

 

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat
Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:39 WIB

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:30 WIB

Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM

Berita Terbaru

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB