Ikan hasil tangkapan nelayan Congot banyak dibeli wisatawan

- Jurnalis

Senin, 5 Februari 2024 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPI Congot ini diyakini dapat menarik wisatawan di Pantai Congot, salah satu gagasannya yakni hasil tangkapan ikan dapat dibeli wisatawan yang berkunjung

Kulon Progo (Rumah Bicara) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendampingi nelayan di Kawasan Pantai Congot supaya hasil tangkapan ikan dapat dibeli wisatawan yang berkunjung di pantai tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Trenggono di Kulon Progo, Senin mengatakan DKP telah mengoperasikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot yang menjadi Tempat Pelelangan Ikan yang HEBAT (Higienis, Ekonomis, Bersih, Aman dan Tertib) menjadi bangunan sebagai pusat aktivitas nelayan di Pantai Congot.

“TPI Congot HEBAT merupakan kawasan terpadu karena memiliki banyak fungsi karena selain sebagai tempat pelelangan ikan, juga menjadi tempat pengolahan ikan, tempat pemasaran ikan segar serta kuliner khusus ikan. Kami mendampingi mereka supaya dapat mendukung sektor pariwisata,” kata Trenggono.

Ia mengatakan TPI Congot ini diyakini dapat menarik wisatawan di Pantai Congot, salah satu gagasannya, yakni hasil tangkapan ikan dapat dibeli wisatawan yang berkunjung

Di kawasan tersebut juga terdapat gudang mesin, kantor, tempat ibadah, gazebo, serta pendopo pertemuan yang bisa digunakan oleh masyarakat luas.

TPI Congot dibangun dengan ciri khas budaya Yogyakarta karena bangunannya berbentuk limasan dan joglo, juga hadir sebagai pendukung pariwisata karena didirikan di tempat wisata Pantai Congot, salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan, apalagi saat sore hari, dengan pemandangan matahari terbenam.

Dalam rangka mendukung pariwisata di Pantai Congot, bila musim dan cuaca bagus, nelayan menyajikan atraksi di setiap hari Sabtu dan Minggu berupa pendaratan perahu di pagi hari dan menjual ikan segar hasil tangkapan langsung kepada wisatawan dengan harga yang kompetitif, dan ikan bisa dibawa pulang, atau diolah sesuai selera di TPI Congot.

Baca Juga :  Pelaku industri dorong pendidikan berbasis industri dan lingkungan

“Dengan wisatawan dapat membeli langsung di perahu saat mendarat, karena kegiatan ini mampu meningkatkan jumlah pengunjung, pengunjung pun bisa membeli ikan sesuai kemampuan, dan yang jelas masyarakat akan banyak yang membeli dan makan ikan, karena sifatnya hanya event rutin, namun tetap data ikan yang terjual dapat tercatat di TPI Congot,” katanya.

Lebih lanjut, Trenggono mengatakan proses penjualan langsung kepada wisatawan tetap melibatkan petugas TPI, sehingga hasil penjualan kepada wisatawan tetap bisa terlaporkan kepada pengurus TPI.

Saat wisatawan dapat langsung membeli ikan di perahu ini, cukup menarik perhatian pengunjung, di Pantai Congot.

“Harapannya jumlah pengunjung atau wisatawan saat hari Sabtu dan Minggu pagi meningkat signifikan,” katanya.

Baca juga: DKP Kulon Progo imbau nelayan patuhi peringatan dini BMKG

Baca juga: DKP Kulon Progo fasilitasi nelayan dapatkan sertifikat kelaikan kapal

Baca juga: Wisatawan memadati Pantai Glagah di Kulon Progo saat libur tahun baru

Pewarta: Sutarmi
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Harga emas Antam hari ini naik Rp3.000 jadi Rp1,136 juta per gram
Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:30 WIB

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:28 WIB

Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:28 WIB

Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:26 WIB

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:26 WIB

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:24 WIB

Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:22 WIB

Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Berita Terbaru