KCIC sebut okupansi kereta cepat “Whoosh” stabil di atas 60 persen

- Jurnalis

Minggu, 4 Februari 2024 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

….setiap keberangkatan kereta Whoosh pada Sabtu, 3 Februari 2024 sejumlah jadwal kereta di pagi hari okupansi mencapai hingga 98 persen per kereta,

Jakarta (Rumah Bicara) – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut okupansi Kereta Cepat Whoosh masih stabil di atas 60 persen dan minat masyarakat menggunakan Whoosh tetap positif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KCIC menanggapi banyaknya permintaan informasi data penumpang berkaitan dengan isu yang menyebutkan perjalanan Whoosh sepi penumpang.

“Bahkan jika melihat okupansi pada setiap keberangkatan kereta Whoosh pada Sabtu, 3 Februari 2024 sejumlah jadwal kereta di pagi hari okupansi mencapai hingga 98 persen per kereta,” kata Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Kereta Whoosh berlakukan tarif dinamis mulai 3 Februari 2024

Berdasarkan data penjualan, lanjut Eva, sejak dioperasikan secara komersial pada 17 Oktober 2023 sampai dengan 1 Februari 2024, Whoosh telah beroperasi secara resmi selama 107 hari dengan tiket berbayar.

Pada kurun waktu 107 hari beroperasi terdapat 1.578.099 tiket yang terjual dari total ketersediaan tempat duduk sebanyak 2.286.805. Berdasarkan data tersebut maka secara keseluruhan rata-rata okupansi Whoosh mencapai 69 persen perhari.

“Dari data volume penumpang tersebut, KCIC melihat antusias masyarakat sejak awal beroperasi hingga saat ini terus positif untuk menggunakan Whoosh sebagai moda transportasi publik pilihan,” ujar Eva.

KCIC juga menambah jumlah perjalanan Whoosh yang awalnya hanya 14 perjalanan perhari, hingga saat ini menjadi 40 perjalanan perhari untuk dapat mengakomodir masyarakat yang akan beraktivitas di wilayah Jakarta-Bandung.

“Melalui penambahan jumlah perjalanan tersebut, kapasitas angkut bertambah dan pilihan jadwal menjadi lebih banyak sehingga diharapkan dapat terus menarik minta masyarakat untuk menggunakan kereta Whoosh,” ucap Eva.

Baca Juga :  Wamendag Jerry sebut ASEAN organisasi regional yang tidak pernah bias

Baca juga: KCIC buka lowongan kerja pada 16 posisi bagi lulusan D3 sampai sarjana

KCIC pun mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah menggunakan transportasi publik Kereta Cepat Whoosh, mengingat salah satu tujuan dari kereta Whoosh, yakni memindahkan para pengguna transportasi pribadi agar dapat beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan dengan waktu yang lebih efisien.

Strategi lainnya untuk terus meningkatkan minat masyarakat agar menggunakan transportasi publik, yaitu KCIC saat ini juga mulai menerapkan tarif dinamis atau dinamic pricing pada perjalanan Whoosh.

“Penerapan dynamic pricing atau tarif dinamis sendiri sudah dipublikasikan sejak awal kereta Whoosh resmi berbayar di Oktober 2023. Ini juga menjadi salah satu strategi yang telah diprogramkan sejak awal untuk terus meningkatkan volume penumpang seiring dengan program peningkatan kapasitas angkut sehingga penerapan dynamic pricing ini bukan dilakukan karena perjalanan kereta Whoosh sepi penumpang,” tuturnya.

Dynamic pricing ialah penentuan harga yang dilakukan tergantung demand dari penumpang. Penerapan dynamic pricing sendiri sudah dilakukan secara bertahap pada layanan Whoosh sejak Desember 2023, di mana awalnya tarifnya dibedakan antara hari kerja dan akhir pekan.

“Saat ini, skema baru penerapan dynamic pricing menjadi lebih fleksibel, di mana faktornya menjadi berdasarkan jam sibuk (peak hour) atau jam non-sibuk (off peak hour), momen liburan (high season) atau non-liburan (low season) atau hari kerja ataupun akhir pekan,” kata Eva.

Baca juga: KCIC hadirkan dua intermoda baru di Stasiun Whoosh Padalarang

Dengan skema baru dynamic pricing tersebut, KCIC menyebut harga tiket juga lebih beragam, mulai dari Rp150.000, Rp175.000, Rp200.000, Rp225.000 hingga Rp250.000 untuk kelas premium ekonomi tergantung waktu keberangkatan Whoosh.

“Penerapan skema dynamic pricing ini memungkinkan penumpang mendapatkan tiket Whoosh dengan harga yang lebih hemat bila melakukan perjalanan di waktu tertentu,” ujar Eva.

Baca Juga :  Jumlah penduduk Kaltim bekerja naik akibat perekonomian bangkit

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Harga emas Antam hari ini naik Rp3.000 jadi Rp1,136 juta per gram
Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:12 WIB

Kemarin, Film Avatar hingga elektrifikasi buka peluang builder lokal

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:11 WIB

Kriminal kemarin, Polda panggil Firli hingga hukuman pengedar narkoba

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:10 WIB

Bawaslu RI sebut PSS di Paniai tunggu sinyal hijau dari pihak keamanan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:09 WIB

Aliansi Advokat Indonesia: Pertahankan hasil pemilu sesuai mekanisme

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:08 WIB

Ten Hag akan lakukan segalanya demi bawa MU finis di empat besar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:07 WIB

Imigrasi Batam deportasi buron asal Jepang

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:06 WIB

Temui Sri Sultan HB X selama dua jam, ini kata Menko Polhukam

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:05 WIB

Dubes Ukraina sebut masyarakat internasional bisa hentikan perang

Berita Terbaru

DUNIA

Waralaba kopi asal China rambah pasar luar negeri

Sabtu, 24 Feb 2024 - 08:31 WIB