KTNA: Kontribusi BUMN sangat vital bagi sektor pangan

- Jurnalis

Sabtu, 10 Februari 2024 - 03:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) –
Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional menyebutkan kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat vital bagi sektor pangan di antaranya dalam penyediaan pupuk, sehingga wacana pengubahan BUMN menjadi koperasi tidak tepat.

“Peran BUMN sangat besar membantu kegiatan kelompok tani, terutama untuk pupuk, benih, dan pestisida,” ujar Ketua Umum KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meminta wacana membubarkan BUMN dan menggantinya dengan koperasi agar dikaji ulang. Sofyan meyakini perubahan status BUMN menjadi koperasi akan mempengaruhi

peran dan kontribusi BUMN terhadap sektor pertanian.

“Dampaknya bagi petani tentunya sangat merugikan dengan memulai satu sistem baru yang belum teruji,” kata Sofyan.

Baca juga: Peneliti sebut wacana pengelolaan BUMN sebagai koperasi tidak tepat

Sofyan menambahkan bahwa BUMN dapat menjadi katalisator bagi koperasi. Hal ini merupakan wujud nyata meningkatkan peran BUMN dan koperasi dalam memajukan pangan nasional.

“Menurut saya bukan dibubarkan. Justru BUMN bisa memperbesar perannya untuk membina dan membesarkan koperasi. Jadi, program-program BUMN bisa melibatkan dan mengajak koperasi,” kata Sofyan.

Wacana pengubahan BUMN menjadi koperasi mencuat dalam beberapa waktu terakhir dan memantik berbagai pendapat dari berbagai kalangan. Wacana ini disebut muncul dari tokoh independen yang hadir dalam diskusi yang digelar tim pemenangan salah satu pasangan calon presiden-calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

Baca juga: PP Muhammadiyah tak setuju wacana BUMN diubah jadi koperasi

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan wacana pembubaran BUMN atau korporasi milik negara hanya akan memunculkan pengangguran baru di Indonesia, mengingat sebanyak 1,6 juta orang merupakan pegawai BUMN.

Baca Juga :  Unhas luncurkan varietas unggul Jagung Jago

“Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang butuh lapangan pekerjaan,” katanya dalam keterangan tertulis.

Ia menyampaikan para pegawai BUMN telah membuktikan diri sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang saat ini pertumbuhannya mencapai 5 persen.

Baca juga: Pengamat: Pengubahan BUMN jadi koperasi berpotensi langgar UUD 1945

Menurut dia, seluruh korporasi milik negara pada 2023 telah menghasilkan dividen terbesar dalam sejarah di Indonesia, yakni sebesar Rp82,1 triliun sehingga keuntungan yang didapat dari BUMN telah menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi di tanah air.

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Hyundai Motor janji akan investasi Rp17 triliun di Brazil pada 2032
Harga emas Antam hari ini naik Rp3.000 jadi Rp1,136 juta per gram
Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:31 WIB

Waralaba kopi asal China rambah pasar luar negeri

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:30 WIB

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:28 WIB

Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:28 WIB

Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:26 WIB

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:26 WIB

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:24 WIB

Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Berita Terbaru

HIBURAN

Aruma bagikan perasaan sebagai penyanyi lewat EP Bertumbuh

Sabtu, 24 Feb 2024 - 10:00 WIB

TEKNO

Beredar kabar perangkat lipat Apple bukanlah iPhone

Sabtu, 24 Feb 2024 - 09:54 WIB

BOLA

Persik Kediri waspadai dua pemain Persis

Sabtu, 24 Feb 2024 - 09:46 WIB