LEMIGAS: Penggunaan gas bumi mampu tekan emisi elpiji dan solar

- Jurnalis

Minggu, 11 Februari 2024 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan kalkulasi LEMIGAS, pemanfaatan jargas akan menurunkan emisi 12 persen dibanding elpiji

Jakarta (Rumah Bicara) – LEMIGAS Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyebutkan penggunaan gas bumi mampu menekan emisi bahan bakar elpiji dan minyak solar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala LEMIGAS Ditjen Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi antara lain melalui program jaringan gas kota (jargas) dan gas terkompresi (compressed natural gas/CNG).

“Berdasarkan kalkulasi LEMIGAS, pemanfaatan jargas akan menurunkan emisi 12 persen dibanding elpiji. Sedangkan, di sektor industri, pemanfaatan gas bumi yang umumnya mensubstitusi solar, akan menurunkan emisi 23 persen,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Di samping tentunya, lanjut Ariana, pemanfaatan jargas berpotensi mengurangi subsidi dan impor elpiji.

Menurut dia, dari jargas, yang telah terpasang saat ini sekitar 900 ribu sambungan rumah (SR) dan diasumsikan menggantikan elpiji 3 kg, maka setara dengan penghematan subsidi elpiji sekitar Rp1,6 triliun dan penghematan devisa sekitar 140 juta dolar AS.

“Ini tentu makin menguatkan posisi gas bumi sebagai pilihan utama di era transisi energi,” ujar Ariana Soemanto.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyatakan pemerintah berkomitmen terus meningkatkan konsumen gas bumi di dalam negeri.

Pemerintah mencatat realisasi porsi pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri pada 2023 mencapai 68,2 persen dan sisanya untuk ekspor.

Menurut dia, berdasarkan data realisasi pada 2023, pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri sebesar 3.745 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) atau sebesar 68,2 persen dari total produksi nasional.

Pemanfaatan gas bumi dalam negeri tersebut mayoritas untuk sektor industri sebesar 1.516 MMSCFD. Sedangkan, untuk jargas sekitar 16 MMSCFD dengan 900 ribu SR dan akan terus diperluas ke depannya.

Baca Juga :  Kota Bandung cetak generasi sehat melalui peran dapur sehat Dashat

“Pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri sudah mencapai 68,2 persen. Jadi, sudah 2/3-nya untuk dalam negeri, terutama untuk kebutuhan industri,” ujar Tutuka dalam suatu kesempatan.

Baca juga: LEMIGAS siap berkontribusi dalam pencapaian target eksplorasi migas

Baca juga: LEMIGAS aktif buru cadangan migas di tanah air

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Ketua Asperapi Jatim: Kepemimpinan penentu berkembangnya sebuah usaha
Pelni Baubau lakukan perawatan rutin tiga kapal persiapan Lebaran
Pemerintah targetkan 10 juta UMKM tersertifikasi halal pada Oktober 2024
Pertagas Niaga tingkatkan ketersediaan LNG di Jawa-Bali
Kaltim pacu produksi pisang untuk pasar internasional
Kemenkop UKM minta UMKM gunakan digitalisasi dongkrak daya saing
Menhub targetkan proving ground Bekasi “soft launching” September 2024
Soal tabrakan kereta Cicalengka, KNKT: Anomali sinyal terjadi sejak Agustus 2023

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:17 WIB

Pameran Kunming tunjukkan lonjakan konsumsi komoditas asing

Sabtu, 17 Februari 2024 - 10:15 WIB

AS dan China setuju lanjutkan pembahasan tentang Korut dan Timteng

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:14 WIB

Juara Olimpiade Chris Hoy tak ingin menyerah untuk melawan kanker

Sabtu, 17 Februari 2024 - 08:12 WIB

Berita terpopuler akhir pekan, Kemenkes catat 27 kasus kematian petugas KPPS pada Pemilu 2024 hingga Konser Ed Sheeran dipindahkan ke JIS

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:11 WIB

Harga emas naik karena data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:10 WIB

TNI bantu tarik logistik pemilu dari TPS terisolir di Wondama-Papua

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:07 WIB

Pj Gubernur Jateng kukuhkan atlet Pelatda PON

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:05 WIB

Golkar runner-up quick count, pengamat nilai ada efek Ridwan Kamil

Berita Terbaru

TERKINI

Pameran Kunming tunjukkan lonjakan konsumsi komoditas asing

Sabtu, 17 Feb 2024 - 12:17 WIB

DUNIA

CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah

Sabtu, 17 Feb 2024 - 11:27 WIB