OJK: Belum ada pelanggaran yang dilakukan Danacita maupun kampus ITB

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, sejauh ini belum ada pelanggaran yang dilakukan oleh PT Inclusive Finance Group (Danacita) maupun Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait isu pinjaman daring (pinjol) yang digunakan untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa yang dilakukan Danacita dan ITB merupakan kesepakatan legal, yang berarti sudah berlandaskan Nota Kesepahaman (MoU) dari kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

So far dari informasi yang kita terima masih sesuai, tidak ada yang dilanggar so far sampai dengan saat ini. Tapi kita akan memantau terus. Apakah nanti seperti apa ke depannya, karena ini kan sifatnya masih baru, Agustus 2023 ya,” kata Friderica saat Media Briefing Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 di Jakarta, Kamis.

Friderica atau yang juga akrab disapa Kiki mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendalaman serta pengawasan terhadap isu tersebut. Pasalnya, apabila ditemukan pelanggaran maka akan memiliki dampak yang serius secara sosial maupun ekonomi di lingkup pendidikan.

“Tentu kita harus cermati, karena ini kan sifatnya jangka pendek ya (pinjol), dan kalau dana pendidikan mestinya kan (jangka) panjang. Jadi kita akan lihat, kita akan pantau terus ini bagaimana perjalanan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berpesan untuk tidak menyamakan apa yang terjadi di ITB dengan isu mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang terjerat utang dari produk PayLater. Adapun kampus tersebut bekerja sama dengan salah satu pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk membuka rekening bagi 4.000 mahasiswa baru.

Baca Juga :  Disbudparekraf galakkan promosi wisata Sumut di luar negeri mulai 2024

Dari total mahasiswa itu, sebanyak 1.200 mahasiswa membuka rekening bank, dan 200 mahasiswa terlibat kasus. Menurut Kiki, hal itu tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, produk PayLater pada saat itu digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Baca juga: Banyak pengaduan di sektor jasa keuangan, OJK pastikan bersikap adil

Baca juga: Ramai pinjol buat bayar UKT, Danacita sebut sudah ikuti aturan OJK

 

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

BPS catat ekspor pertanian Januari naik saat sektor lainnya turun
Hipmi: Perlu percepat rekonsiliasi setelah pilpres untuk jaga ekonomi
Royal Enfield rilis motor ikoniknya Bullet 350, hanya ada 100 unit
Bapanas: Penyaluran bansos beras 185 ribu ton per awal Februari
DPKP: Hasil tani-peternakan Biak pasok kebutuhan warga antarkabupaten
Indonesia-Singapura jalin kerja sama CCS untuk nol emisi karbon
MoU standardisasi baterai motor listrik ditandatangani kuartal II
Pemkot Bandung : Buruan Sae berperan perkuat ketahanan pangan

Berita Terkait

Kamis, 15 Februari 2024 - 21:22 WIB

Industri khas dorong revitalisasi perdesaan di Jilin, China

Kamis, 15 Februari 2024 - 19:21 WIB

Rapat kabinet rahasia Korsel setujui hubungan diplomatik dengan Kuba

Kamis, 15 Februari 2024 - 18:20 WIB

Israel ancam lakukan operasi militer di Nablus, Tepi Barat

Kamis, 15 Februari 2024 - 17:18 WIB

WSJ: AS selidiki penggunaan fosfor putih oleh Israel di Gaza

Kamis, 15 Februari 2024 - 16:17 WIB

Kim Jong Un pantau uji coba rudal darat-ke-laut terbaru

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:16 WIB

Tekanan internasional meningkat untuk setujui gencatan senjata di Gaza

Kamis, 15 Februari 2024 - 14:14 WIB

Hasil perhitungan suara di Kuala Lumpur masih tunggu rapat pleno PPLN

Kamis, 15 Februari 2024 - 13:13 WIB

Biden tunda deportasi WN Palestina selama 18 bulan

Berita Terbaru