Peneliti UI: Teknologi “blockchain” mampu kembangkan “smart tourism”

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi blockchain juga dapat menjadi breakthrough untuk mengurangi biaya transaksi dan biaya operasional melalui pemanfaatan token untuk melakukan transaksi

Depok (Rumah Bicara) – Peneliti Universitas Indonesia (UI) yang juga dosen program studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) Dr. Diaz Pranita, M.M., mengatakan teknologi blockchain mampu mengembangkan samrt tourism.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara prinsip utamanya, blockchain adalah buku besar digital yang terpusat dan terdistribusi yang berfungsi sebagai penyimpan catatan mutlak yang untuk berbagai transaksi dan aktivitas di dalam suatu rantai nilai,” kata Dr. Diaz Pranita di Kampus UI Depok, Senin.

Baca juga: Pantai Cipunaga jadi lokasi tujuan wisata baru Kabupaten Sukabumi

Menurut dia, blockchain juga menawarkan transparansi aktivitas dan transaksi berbasis jaringan, yang mana kerahasiaan pihak yang terlibat dijaga oleh protokol kriptografi dan pesan terenkripsi, sehingga sistem keamanan teknologi blockchain terbilang sangat tinggi.

Teknologi blockchain juga dapat menjadi breakthrough untuk mengurangi biaya transaksi dan biaya operasional melalui pemanfaatan token untuk melakukan transaksi guna dipertukarkan dan dialokasikan secara langsung, serta tepat kepada para pemangku kepentingan yang berada di dalam platform pengalaman tersebut, termasuk pengenaan pajak.

Penelitian yang dilakukan bersama dosen lainnya ini, yaitu Dr. Sri Sarjana, Dr. Budiman Mahmud Musthofa, S.Sos., M.Si., Hadining Kusumastuti, S.Sos., M.Ak., dan Prof. Ts. Dr. Mohamad Sattar Rasul, didapatkan bahwa teknologi ini menjadi enabler untuk menerapkan berbagai inovasi teknologi lain, seperti circular economy untuk mempercepat kemajuan pariwisata suatu wilayah khususnya wilayah perairan.

“Dalam mengadaptasi konsep ekonomi biru (blue economy), wilayah perairan di Indonesia khususnya di Kepulauan Seribu, dapat mengembangkan bauran produk bahari, seperti wisata bahari/pesisir, konservasi laut, produk olahan laut, dan lainnya, serta memastikan praktik keberlanjutan dilaksanakan secara konsisten,” ujar Dr. Diaz.

Baca Juga :  PLN Sumut tak lindungi oknum internal terlibat pencurian listrik

Baca juga: Sandiaga imbau pelaku wisata utamakan keselamatan selama berwisata

Lebih lanjut ia mengatakan, teknologi blockchain dapat digunakan untuk memastikan tiap aspek dalam pengembangan blue economy dilakukan karena sifatnya yang transparan, dapat ditelusuri jejaknya (traceability), tidak dapat dihilangkan atau dihapus, terdesentralisasi dan dapat dioperasikan oleh banyak aktor (interoperability) sesuai dengan perannya masing-masing.

Oleh karena itu, dukungan terhadap pelestarian sumber daya kelautan, pelaksanaan ekonomi sirkular kelautan, dan pemulihan kesehatan ekosistem kelautan yang bernilai dominan untuk meningkatkan kualitas ekonomi kelautan, dapat dipastikan pelaksanaannya melalui pemanfaatan teknologi blockchain .

Hal ini bertujuan untuk memastikan terwujudnya pengembangan smart tourism di suatu wilayah khususnya daerah kepulauan yang penuh tantangan.

Penggunaan teknologi digital belum begitu dominan dalam industri pariwisata seperti saat ini.

Bukan hanya untuk mendukung suatu destinasi dalam mencapai daya saing, melainkan juga untuk menghubungkan produk dan layanannya ke pasar global, serta memungkinkannya untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya yang ada.

Baca juga: Kemenparekraf siapkan sejumlah destinasi selama libur Imlek 2024

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Sambas
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat
Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:39 WIB

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:30 WIB

Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM

Berita Terbaru

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB