Suryanesia sediakan solusi PLTS atap tanpa investasi

- Jurnalis

Senin, 5 Februari 2024 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kami juga memprioritaskan faktor keamanan klien, termasuk dengan melakukan kajian kelayakan struktur bangunan dengan penambahan beban panel surya, sesuai dengan standar internasional dan SNI

Jakarta (Rumah Bicara) – Perusahaan energi bersih, Suryanesia menyediakan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap tanpa investasi untuk pelaku bisnis dan industri guna mendorong pengurangan emisi karbon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Suryanesia Rheza Adhihusada mengatakan, dengan solusi Solar-as-a-Service (SaaS), Suryanesia dengan mitranya menanggung biaya investasi sistem dan mengurus seluruh aspek implementasi secara end-to-end dari desain teknis, kajian struktur dan atap bangunan, perizinan, instalasi, hingga pemeliharaan sistem selama jangka panjang.

“Sebagai contoh, kami menyesuaikan penawaran komersial berdasarkan penghematan dan jangka waktu perjanjian yang diminati klien, merekomendasikan penguatan struktur yang hemat biaya dan tidak mengganggu aktivitas operasional di lokasi, dan memperoleh segala perizinan untuk mempermudah proses penggunaan PLTS atap bagi klien,” ujar Rheza melalui keterangan di Jakarta, Senin.

Rheza menyampaikan, banyak pelaku bisnis di Indonesia ingin memanfaatkan PLTS atap untuk menghemat biaya listrik dan mengurangi jejak karbon.

Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang menghambat pemanfaatannya, termasuk biaya investasi yang tinggi, kompleksitas aspek teknis, kendala pada struktur dan atap bangunan, serta banyaknya perizinan yang diperlukan.

Dengan tim in-house yang berpengalaman dalam aspek teknis, perizinan, dan manajemen proyek PLTS atap, Suryanesia memberikan solusi komprehensif bagi pelanggannya.

Head of Engineering Suryanesia Nikesh Shamdasani mengatakan, semua sistem yang digunakan pada PLTS atap merupakan panel surya Tier-1 dengan teknologi terbaru dan yang telah disertifikasi SNI, serta memiliki garansi kinerja 25 hingga 30 tahun.

Penggunaan PLTS atap ini disebut mampu mengurangi 685 juta kilogram selama masa pakai.

Baca Juga :  Airlangga: DEFA mampu dongkrak ekonomi ASEAN hingga 2 Triliun dolar 

“Kami juga memprioritaskan faktor keamanan klien, termasuk dengan melakukan kajian kelayakan struktur bangunan dengan penambahan beban panel surya, sesuai dengan standar internasional dan SNI,” kata Nikesh.

Suryanesia berharap SaaS dapat membantu pelaku bisnis untuk mencapai tujuan keberlanjutannya serta mendukung transisi energi Indonesia guna mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

Baca juga: Suryanesia dapat suntikan awal Rp31 miliar dipimpin Intudo Ventures

Baca juga: Dukung transisi energi, Suryanesia tawarkan rental panel surya

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Harga emas Antam hari ini naik Rp3.000 jadi Rp1,136 juta per gram
Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian
BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan
Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda
Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya
Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:39 WIB

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:38 WIB

BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Berita Terbaru