Tips memilih ban mobil listrik yang tepat

- Jurnalis

Jumat, 9 Februari 2024 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Pada era mobilitas berkelanjutan seperti saat ini, mobil listrik mulai dilirik masyarakat sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan.

Namun, tidak seperti mobil bermesin konvensional, mobil listrik hadir dengan serangkaian karakteristik khusus, seperti torsi yang besar dan instan serta bobot baterai yang berat sehingga sebaiknya dilengkapi dengan ban yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ban khusus ini dirancang untuk memenuhi berbagai tuntutan sehingga dapat mengoptimalkan pengalaman berkendara untuk keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan maksimal,” ujar Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia Fisa Rizqiano dalam rilis pers di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Bridgestone siap pasok ban untuk kendaraan elektrik

Karakteristik mobil listrik meliputi beberapa hal, di antaranya bobot yang umumnya lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional karena baterai mobil listrik sendiri memiliki bobot sekitar 30-50 persen dari bobot total. Selain itu, kabin mobil listrik lebih senyap dibandingkan kendaraan konvensional sehingga suara bising yang keluar dari ban akan lebih terdengar, baik suara bising dari telapak (umumnya frekuensi tinggi), maupun suara bising akibat ban bersinggungan dengan permukaan jalan (umumnya frekuensi rendah).

Karakteristik selanjutnya ada pada karakteristik akselerasi dan pengereman mobil listrik. Torsi sesaat (instan) dan besar yang dihasilkan oleh mobil listrik dapat meningkatkan laju keausan ban sehingga ban kendaraan listrik harus memiliki ketahanan aus yang lebih tinggi.

Untuk itu, ban yang digunakan pada mobil listrik harus memiliki teknologi yang mampu meminimalisasi rolling resistance (hambatan gulir)  untuk menghemat penggunaan laju pengurangan daya baterai, mengurangi akumulasi panas, dan menahan gesekan.

Selain itu, konstruksi ban dengan reinforced (kekuatan tambahan) juga perlu untuk mengakomodasi peningkatan bobot baterai kendaraan listrik serta meningkatkan kemampuan ban dalam meminimalkan kebisingan eksterior.

Baca Juga :  Pemerintah komitmen susun pembaruan dokumen IBSAP secara transformatif

Baca juga: Bridgestone siap layani kebutuhan ban EV jika dibutuhkan

Berikut adalah hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan utama dalam memilih ban yang tepat untuk mobil listrik. Pertama adalah indeks ban. Baterai mobil listrik menambah bobot kendaraan secara signifikan dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.

Bobot tambahan tersebut dapat memberikan tekanan tambahan pada ban. Oleh karena itu diperlukan ban dengan indeks beban yang sesuai dengan bobot kendaraan.

Informasi Indeks beban dapat ditemui di dinding ban, yang penulisannya satu kesatuan dengan ukuran ban. Hal itu turut menentukan seberapa besar tekanan udara yang sesuai untuk ban tersebut.

Kedua adalah gesekan rendah. Memilih ban dengan rolling resistance coefficient (hambatan gesek) yang lebih kecil akan berkontribusi terhadap hambatan gulir yang lebih rendah.

Artinya, pengguna akan mendapatkan lebih banyak jangkauan dan efisiensi dari kendaraan listrik, yang dapat membantu berkontribusi terhadap keberlanjutan dan masa pakai baterai.

Baca juga: Michelin komitmen kembangkan ban kendaraan listrik ramah lingkungan

Selanjutnya adalah kebisingan yang rendah. Mobil listrik sudah lebih senyap karena tidak adanya kebisingan mesin sehingga untuk menjaga berkendara tetap mulus dan senyap, sebaiknya pilih ban dengan teknologi peredam kebisingan.

Terakhir adalah senyawa karet yang kuat. Torsi instan pada kendaraan listrik dapat menyebabkan peningkatan keausan pada ban.

Ban yang dibuat dengan komponen karet berkualitas dirancang memiliki kekuatan untuk menahan torsi tambahan tersebut.

“Selain pemilihan ban yang cocok, perawatan, dan pemeliharaan ban sangat penting untuk mempertahankan umur ban atau mengurangi tingkat keausan, dan juga memaksimalkan jarak tempuh,” kata Fisa.

Baca juga: Kendarai mobil listrik saat hujan, apa yang perlu diperhatikan?

Baca juga: Lima hal yang harus diperhatikan ketika ingin beli kendaraan listrik

Baca Juga :  Pemprov Jateng gelar operasi pasar stabilkan harga cabai

Baca juga: Lima cara agar kendaraan listrik tetap lancar di cuaca ekstrem

Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : otomotif.antaranews.com

Berita Terkait

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat
Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium
Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat
Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini
Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM
Banjir wisatawan, pengelola Gili Tramena diminta jaga sapta pesona
VICI bawa produk perkakas profesional di IIMS harga mulai Rp1 jutaan
Bali dapat tambahan kuota 250 ribu elpiji subsidi 3 kg

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:30 WIB

Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:30 WIB

Banjir wisatawan, pengelola Gili Tramena diminta jaga sapta pesona

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:29 WIB

VICI bawa produk perkakas profesional di IIMS harga mulai Rp1 jutaan

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:28 WIB

Bali dapat tambahan kuota 250 ribu elpiji subsidi 3 kg

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:26 WIB

Keraton Surakarta berharap revitalisasi sasar bangunan dalam

Berita Terbaru