YLKI: Revisi aturan PLTS Atap merupakan “win-win solution”

- Jurnalis

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, menilai persetujuan pemerintah mengenai revisi aturan terkait penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai kebijakan yang win-win solution negara dan masyarakat.

“Ini menjadi win-win solution untuk semuanya. Negara tidak terbebani, dan masyarakat yang ingin membangkitkan listrik bersumber dari energi baru terbarukan, bisa tetap memasang PLTS Atap,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, langkah yang diambil pemerintah tersebut sangat realistis bagi sistem ketenagalistrikan tanah air.

“Keputusan pemerintah soal PLTS Atap menjadi kebijakan yang realistis mengingat kondisi empirik sektor ketenagalistrikan saat ini,” katanya.

Dalam aturan sebelumnya, tambahnya, disebutkan pemilik PLTS Atap dapat menjual kelebihan pasokan listrik yang dihasilkan. Melalui aturan revisi ini, skema itu tidak ada sebab aturan ekspor-impor listrik ditiadakan.

“Memang aspek jual beli energi (ekspor impor) di PLTS Atap menjadi klausul yang diharapkan, bagi pelaku usaha PLTS Atap dan juga konsumen. Namun kebijakan itu tidak sangat dekat dengan situasi saat ini,” katanya.

Namun demikian, paparnya, kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLTS atap baiknya disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen itu sendiri.

Dengan adanya revisi pada Permen ESDM No. 26/2021, paparnya, langkah ini dianggap sebagai titik awal yang tepat untuk melindungi kepentingan negara dalam menjaga kedaulatan energi.

Menurutnya, penggunaan PLTS Atap lebih sesuai diterapkan pada daerah-daerah yang masih kekurangan listrik. “Saya sarankan, masifikasi PLTS Atap bisa dilakukan di area yang saat ini non-oversupply.”

Selain mengenai revisi Peraturan PLTS Atap, Tulus juga memiliki perhatian pada skema power wheeling yang diwacanakan untuk masuk ke dalam Rancangan Undang-undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET).

Baca Juga :  Program Matching Fund hasilkan mesin injeksi plastik bagi industri

Menurutnya, penerapan skema ini juga dapat menjadi beban baik bagi masyarakat maupun pemerintah jika dijalankan. “Terutama untuk penentuan tarif listrik. Selain itu, juga perlu dipertimbangkan mengenai keandalan pasokan listrik bagi konsumen dari pembangkit EBT yang memiliki sifat intermiten.

Pewarta: Subagyo
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Ketua Asperapi Jatim: Kepemimpinan penentu berkembangnya sebuah usaha
Pelni Baubau lakukan perawatan rutin tiga kapal persiapan Lebaran
Pemerintah targetkan 10 juta UMKM tersertifikasi halal pada Oktober 2024
Pertagas Niaga tingkatkan ketersediaan LNG di Jawa-Bali
Kaltim pacu produksi pisang untuk pasar internasional
Kemenkop UKM minta UMKM gunakan digitalisasi dongkrak daya saing
Menhub targetkan proving ground Bekasi “soft launching” September 2024
Soal tabrakan kereta Cicalengka, KNKT: Anomali sinyal terjadi sejak Agustus 2023

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:52 WIB

Perolehan suara caleg artis 17 Februari, Uya Kuya hingga Ahmad Dhani

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:50 WIB

Women from Rote Island tonjolkan kekalutan korban kekerasan seksual

Sabtu, 17 Februari 2024 - 08:48 WIB

Kemarin, perolehan suara Komeng hingga intip motor listrik BMW

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:45 WIB

Komeng sudah dapat lebih dari 1 juta suara, cek visi misinya

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:45 WIB

Koleksi karya hingga kostum God Bless dipamerkan di Galeri Nasional

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:44 WIB

Women from Rote Island ajak masyarakat hentikan kekerasan seksual

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:42 WIB

Linda Adoe ajak anak NTT percaya diri dan gali potensi bakat terpendam

Sabtu, 17 Februari 2024 - 01:41 WIB

Didik Nini Thowok sebut pameran foto ANTARA sebagai karya monumental

Berita Terbaru

DUNIA

CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah

Sabtu, 17 Feb 2024 - 11:27 WIB