APPI bela pemain Kalteng Putra yang dibayangi sanksi PSSI dan pidana

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) membela para pemain Kalteng Putra yang dibayangi sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI) dan ancaman pidana.

Sebelumnya, para pemain Kalteng Putra melakukan aksi mogok bertanding saat berhadapan dengan PSCS Cilacap dalam lanjutan pertandingan Liga 2 yang berlangsung pada 27 Januari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“APPI berharap Komdis dapat bersikap objektif, bijaksana dan memenuhi rasa keadilan dalam memutuskan permasalahan yang terjadi terhadap para pemain Kalteng Putra,” kata Presiden APPI Andritany Ardhiyasa dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Jumat.

Para pemain Kalteng Putra juga telah memenuhi panggilan sidang Komdis PSSI pada 31 Januari dan 1 Februari. Dalam sidang Komdis tersebut, para pemain Kalteng Putra telah menyampaikan bahwa aksi mogok bertanding karena belum menerima hak berupa pembayaran gaji dari klub dengan jumlah tunggakan satu sampai dengan dua bulan gaji.

Pemain Kalteng Putra juga telah menjelaskan kepada Komdis PSSI bahwa aksi tersebut dilakukan setelah melalui upaya musyawarah yang gagal karena tidak ada itikad baik dari pihak klub. Kalteng Putra melaporkan pemain-pemainnya kepada pihak kepolisian dengan dugaan pencemaran nama baik.

“Jangan sampai para pemain yang tidak dibayar gajinya ini yang justru malah dilaporkan ke polisi oleh klubnya lalu disanksi PSSI, tragis!,” ujar Andritany.

APPI sangat menyayangkan kejadian tunggakan gaji pemain seperti dialami oleh para pemain Kalteng Putra kerap terjadi. APPI berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) lebih serius dan ketat dalam memverifikasi keuangan klub ke depannya sehingga kasus penunggakan gaji pemain seperti sekarang tidak dapat terulang.

“Jelas ini kita sangat menyayangkan kejadian lagi-lagi tunggakan gaji seperti yang tadi saya sampaikan ini masalah klasik dan terus berulang. Prinsipnya sebenarnya adalah PSSI dan PT Liga yang menjalankan kompetisi ini lebih serius dan lebih ketat dalam memverifikasi klub kedepannya sehingga kasus gaji pemain ini tidak terjadi lagi,” ujar Officer Legal APPI Riza Hufaida.

Baca Juga :  Pameran trofi Piala Dunia U-17

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Hernawan Wahyudono
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

16 besar Liga Europa: Liverpool dijajal Sparta, Roma diuji Brighton
PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United
MU dalam bahaya besar setelah Hojlund absen tiga pekan karena cedera
Bayer Leverkusen melanjutkan tren positif usai tumbangkan Mainz 2-1
Pelatih Persebaya maklumi kesalahan Paulo Henrique
Nunez, Salah, dan Szoboszlai berpeluang tampil lawan Chelsea di final
Greenwood akan tolak pinangan Barcelona karena ingin kembali ke MU
Hokky tetap optimistis Garuda Muda tembus 8 besar Piala Asia U-23

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:45 WIB

16 besar Liga Europa: Liverpool dijajal Sparta, Roma diuji Brighton

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:41 WIB

MU dalam bahaya besar setelah Hojlund absen tiga pekan karena cedera

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:40 WIB

Bayer Leverkusen melanjutkan tren positif usai tumbangkan Mainz 2-1

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:38 WIB

Pelatih Persebaya maklumi kesalahan Paulo Henrique

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:38 WIB

Nunez, Salah, dan Szoboszlai berpeluang tampil lawan Chelsea di final

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:37 WIB

Greenwood akan tolak pinangan Barcelona karena ingin kembali ke MU

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:35 WIB

Hokky tetap optimistis Garuda Muda tembus 8 besar Piala Asia U-23

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:34 WIB

Divaldo Alves nilai imbang lawan Persebaya sebagai hasil yang adil

Berita Terbaru

DUNIA

Waralaba kopi asal China rambah pasar luar negeri

Sabtu, 24 Feb 2024 - 08:31 WIB