AS, Qatar dan Mesir lakukan upaya diplomatik jamin pembebasan sandera

- Jurnalis

Minggu, 4 Februari 2024 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington (Rumah Bicara) – Amerika Serikat, Qatar dan Mesir melakukan upaya diplomatik yang “sensitif” untuk menjamin pembebasan sandera di Jalur Gaza, demikian menurut perwakilan AS di PBB pada Jumat.

“Kami terus bekerja tanpa lelah bersama Qatar, Mesir dan mitra regional lainnya untuk membuat usulan yang kuat dan meyakinkan. Perjanjian kami adalah kesempatan terbaik untuk menyatukan seluruh sandera dengan keluarga mereka,” kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield kepada wartawan di kantor pusat PBB di New York.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AS terus berupaya mencapai resolusi berkelanjutan bagi konflik yang terjadi sehingga rakyat Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dan menikmati keamanan, martabat dan kebebasan yang sama, kata Thomas-Greenfield.

Usulan tersebut akan menggerakkan semua pihak “selangkah lebih dekat” dalam menciptakan kondisi penghentian permusuhan berkelanjutan, ujar dia.

“Dewan (Keamanan PBB) memiliki kewajiban, yang memastikan setiap tindakan yang diambil beberapa hari ke depan dapat meningkatkan tekanan kepada Hamas untuk menerima usulan itu,” lanjut Thomas-Greenfield.

Thomas-Greenfield mengatakan ada dua resolusi Dewan Keamanan di Gaza dan menambahkan bahwa rancangan resolusi itu menuntut jeda kemanusiaan segera, yang diajukan Aljazair, dapat membahayakan “negosiasi sensitif” untuk menengahi kesepakatan pembebasan sandera.

“Pada akhirnya, sekarang adalah waktu untuk memberikan ruang bagi negosiasi penyanderaan yang sensitif untuk mendukung usulan koordinator khusus (Gaza PBB) (Sigrid) Kaag,” katanya.

Tanpa memberikan jangka waktu bagi negosiasi, Thomas-Greenfield mengatakan: “Negosiasi butuh waktu, namun kami memberikannya waktu, kami berupaya di lapangan.”

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Selasa memastikan pihaknya telah menerima usulan yang dicapai pada hari sebelumnya di KTT Paris yang mempertemukan Israel, Qatar, Mesir dan AS untuk kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera dengan Israel.

Baca Juga :  Xi Jinping desak peningkatan upaya untuk bangun China yang damai

Sumber: Anadolu

Baca juga: Biden ragu kesepakatan pembebasan sandera Gaza akan segera tercapai

Baca juga: AS sebut capai kerangka kerja untuk pembebasan sandera dari Gaza

Baca juga: Hamas tuntut pembebasan 3 pemimpin Palestina untuk pertukaran sandera

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Waralaba kopi asal China rambah pasar luar negeri
CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras
Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran
Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban
Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024
Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor
Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau
Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:30 WIB

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:28 WIB

Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:28 WIB

Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:26 WIB

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:26 WIB

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:24 WIB

Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:22 WIB

Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Berita Terbaru