Filipina, Vietnam tandatangani pakta mengenai sengketa LCS

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istanbul (Rumah Bicara) – Filipina dan Vietnam pada Selasa menandatangani perjanjian mengenai sengketa Laut China Selatan, di tengah ketegangan sejumlah negara ASEAN dengan China terkait dengan kawasan perairan tersebut.

Perjanjian pencegahan insiden di Laut China Selatan ditandatangani saat berlangsungnya kunjungan kenegaraan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. ke Vietnam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanoi dan Manila memiliki klaim di perairan yang disengketakan di Laut China Selatan, di mana China mengajukan klaim besar berdasarkan sembilan garis putus-putus.

Konsep sembilan garis putus-putus itu sendiri pada 2016, berdasarkan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen, sebuah pengadilan internasional di Den Haag, disebut tidak memiliki dasar hukum di bawah aturan internasional.

Selain perjanjian mengenai pencegahan insiden di perairan yang disengketakan, pernyataan dari kepresidenan Filipina mengatakan kedua pihak juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Penjaga Pantai Filipina dan Penjaga Pantai Vietnam mengenai kerja sama kemaritiman.

Mengenai pencegahan dan pengelolaan insiden di Laut China Selatan, pernyataan tersebut mengatakan bahwa Hanoi dan Manila “sepakat untuk meningkatkan koordinasi mengenai masalah maritim secara bilateral, di dalam ASEAN dan mitra dialog lainnya, dengan kedua pihak mengintensifkan upaya untuk meningkatkan kepercayaan, keyakinan, dan pemahaman, melalui dialog dan kegiatan kooperatif.”

Vietnam dan Filipina adalah negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN — sebuah blok regional di kawasan tersebut.

Perjanjian tersebut menjadi penting karena Manila dan Beijing dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan ketegangan terkait klaim maritim mereka.

Beijing dan Hanoi juga memiliki klaim yang saling bertentangan di perairan tersebut, tetapi kedua pihak pada akhir tahun lalu menekankan penyelesaian masalah tersebut secara damai.

Sengketa wilayah dengan China di Laut China Selatan melibatkan konflik klaim pulau dan maritim di wilayah tersebut oleh beberapa negara berdaulat ASEAN termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Taiwan juga memiliki klaim di perairan yang disengketakan tersebut.

Baca Juga :  Gairah pariwisata domestik di China selama libur Tahun Baru

Namun, China dan ASEAN menandatangani Deklarasi Laut China Selatan tentang Perilaku Para Pihak pada November 2002, menandai pertama kalinya Beijing menerima perjanjian multilateral mengenai masalah tersebut.

Pada November lalu, Marcos mengusulkan kode etik baru untuk stabilitas di Laut China Selatan yang disengketakan.

Kepala Negara Filipina itu telah mencari dukungan dari negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia untuk menciptakan kode laut baru guna menjaga perdamaian di kawasan perairan yang disengketakan itu.

Baca juga: China dan Filipina sebut capai titik temu soal stabilitas di laut

Baca juga: Menlu Korsel, AS setuju kerja sama tangani isu Korut, Taiwan dan LCS

Baca juga: RI siap bekerja sama dengan Filipina untuk segera selesaikan CoC LCS

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Laporan arkeologi terkait Gua Mogao dipublikasikan
Palestina upayakan keanggotaan penuh di PBB
Negara-negara ASEAN gelar pertemuan untuk bahaskerja sama finansial
AS peringatkan Iran akan ada tanggapan keras jika kirim rudal ke Rusia
China catat lonjakan konsumsi selama liburan Festival Musim Semi
Sandiaga ajak diaspora Indonesia di Melbourne dukung pariwisata RI
China: BRICS pembawa kebaikan bagi hubungan internasional
Jerman dukung PM Belanda Rutte calonkan diri jadi Sekjen NATO

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:37 WIB

S.Coups dan Jeonghan SEVENTEEN siap kembali beraktivitas usai hiatus

Jumat, 23 Februari 2024 - 14:36 WIB

Penjualan gim “Elden Ring” tembus 23 juta kopi

Jumat, 23 Februari 2024 - 13:34 WIB

Adhya Pictures siap merilis film tentang sepak bola “Forza”

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:33 WIB

Reality Club wakili Indonesia di SXSW Music Festival 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 11:33 WIB

“Avatar: The Last Airbender” mengakhiri penantian penggemar

Jumat, 23 Februari 2024 - 10:32 WIB

Choi Min-sik fokus wujudkan keseimbangan dalam akting di “Exhuma”

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:31 WIB

Cha Eun-woo akan menyapa penggemar di Jakarta pada 20 April

Jumat, 23 Februari 2024 - 08:28 WIB

Pesan tentang etika dalam film “Sinden Gaib”

Berita Terbaru

BOLA

Arema FC kalahkan Rans Nusantara 3-2

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:25 WIB

DUNIA

Laporan arkeologi terkait Gua Mogao dipublikasikan

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:13 WIB