Indonesia dukung keketuaan Laos di ASEAN

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan Indonesia mendukung keketuaan Laos di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun ini.

Pertemuan pertama para menlu ASEAN (AMM Retreat) di bawah keketuaan Laos diselenggarakan di Luang Prabang, Laos, pada Senin, yang antara lain menyepakati dilanjutkannya hasil-hasil keketuaan Indonesia tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa hal yang disepakati dari pertemuan AMM Retreat antara lain adalah keberlanjutan berbagai deliverables keketuaan Indonesia tahun lalu, termasuk dukungan atas kelanjutan ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) dan kelanjutan pelaksanaan ASEAN Human Rights Dialogue,” kata Menlu Retno dalam pernyataan pers usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, para menlu juga sepakat melanjutkan pengarusutamaan agenda maritim di ASEAN guna mendorong stabilitas dan kerja sama maritim kawasan, termasuk ekonomi biru dan penyelenggaraan ASEAN Maritime Forum (AMF)/Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF).

Kesepakatan lainnya adalah melanjutkan pengarusutamaan implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) di berbagai mekanisme yang dipimpin ASEAN. Dalam hal ini, Concept Note on AOIP-based Comprehensive Regional Architecture dari Indonesia telah disetujui untuk dibahas lebih lanjut.

Selama pertemuan itu juga disepakati dukungan ASEAN terhadap rencana KTT trilateral China, Jepang, dan Korea Selatan.

Terkait Palestina, para menlu ASEAN menyampaikan keprihatinan dan menyerukan penghentian kekerasan serta gencatan senjata segera di Gaza.

ASEAN juga mengutuk keras aksi kekerasan terhadap rakyat sipil Palestina, mendukung solusi dua negara, dan mendesak Israel mematuhi keputusan Mahkamah Internasional terkait Gaza.

Pertemuan AMM Retreat terbagi dalam dua sesi: Sesi I yang membahas prioritas Laos sebagai Ketua ASEAN dan tindak lanjut dari KTT sebelumnya, termasuk di antaranya implementasi Konsensus Lima Poin (5PC), dan Sesi II yang membahas situasi kawasan dan internasional.

Baca Juga :  OANA angkat isu perlindungan jurnalis di Palestina

Pada Sesi I, Indonesia antara lain menyampaikan dukungan terhadap keketuaan Laos tahun ini. Indonesia menggarisbawahi beberapa hal penting yang perlu ditindaklanjuti di bawah keketuaan Laos.

Terkait situasi Myanmar, Indonesia menyambut baik komitmen para menlu ASEAN untuk menjadikan 5PC sebagai acuan utama dalam membantu Myanmar keluar dari krisis.

Indonesia juga menyampaikan semua catatan penanganan isu Myanmar selama keketuaan Indonesia tahun lalu, kepada Laos selaku ketua ASEAN tahun ini.

“Indonesia juga mengharapkan tidak terjadinya permissive actions yang dapat menghambat atau memundurkan implementasi 5PC. Engagement dengan stakeholders harus dilakukan secara cermat agar tidak secara politis dikapitalisasi oleh stakeholder tertentu,” ujar Menlu Retno.

Indonesia menyampaikan kesiapannya untuk berkontribusi melalui mekanisme troika. Diskusi di dalam mekanisme troika ini diharapkan tidak hanya terbatas pada konsultasi, tetapi juga mencakup koordinasi bantuan kemanusiaan dan fasilitasi dialog yang inklusif.

Dalam AMM Retreat, Menlu Retno menekankan bahwa isu Rohingya harus terus dibahas di ASEAN sebagai bagian dari upaya penyelesaian masalah Myanmar.

Dia menegaskan ASEAN harus bekerja keras untuk mempersiapkan kondisi kondusif sehingga kaum Rohingya dapat kembali ke Myanmar secara sukarela, aman, dan bermartabat.

Isu lain yang diangkat Indonesia dalam Sesi I adalah keanggotaan Timor Leste.

Retno menegaskan kesiapan Indonesia untuk membantu Timor Leste memenuhi peta jalan menuju keanggotaan penuh di ASEAN, melalui bantuan pengembangan kapasitas antara lain di bidang pengendalian pangan, pendidikan termasuk ASEAN Study, serta reformasi dan modernisasi kepabeanan.

Sementara itu pada Sesi II, Indonesia mengangkat dua isu, yaitu arsitektur regional di kawasan dan situasi di Gaza.

Mengenai isu pertama, Retno menekankan pentingnya ASEAN tetap memegang kendali dalam menavigasi dinamika Kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga :  Prancis serukan hukum pemukim Yahudi yang ancam perdamaian Tepi Barat

“Dalam kaitan ini lah pengarusutamaan implementasi AOIP dengan semua mitra ASEAN melalui ASEAN-led mechanism menjadi sangat penting artinya,” kata Retno.

Indonesia juga menyambut baik rencana penyelenggaraan Pertemuan Pertama High Contracting Parties dari Treaty of Amity and Cooperation (TAC) tahun ini.

Pertemuan ini diyakini akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penghormatan terhadap aturan main yang sudah disepakati.

Terkait situasi di Gaza, Indonesia antara lain menekankan pentingnya ASEAN memiliki kesatuan sikap menyangkut prinsip dan hukum internasional, terutama hukum kemanusiaan internasional.

Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia atas memburuknya situasi di Gaza dan standar ganda yang diterapkan oleh beberapa negara dalam isu ini.

Dia juga mengatakan bahwa Indonesia mencermati keputusan Mahkamah Internasional terkait Gaza, yang mencerminkan sikap bahwa tidak ada satu pun negara yang kebal hukum.

Lebih lanjut, Indonesia menyayangkan penangguhan dukungan keuangan beberapa negara donor terhadap badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Pertemuan AMM Retreat dihadiri oleh delapan menlu ASEAN, Menlu Timor Leste, Sekjen ASEAN, dan perwakilan non politis Myanmar.

Kehadiran ini menjadi kali pertama Myanmar mengirimkan wakil non politis pada pertemuan tingkat Menlu.

Di sela-sela pertemuan, Retno juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Laos dan Menlu Thailand.

Dengan Menlu Laos, dia membahas hal-hal yang perlu ditindaklanjuti selama keketuaan Laos. Sementara dengan Menlu Thailand, dia mendiskusikan koordinasi untuk mengimplementasikan 5PC.

“Selain itu, bersama dengan Menlu Laos saya telah menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama antara Indonesia dan Mekong River Commission (MRC),” kata Menlu Retno.

Inti dari MoU adalah tersebut adalah kerja sama pemberian kapasitas di beberapa bidang prioritas, termasuk pengelolaan sumber daya air, ketahanan terhadap perubahan iklim, manajemen risiko bencana, pengelolaan perikanan darat berkelanjutan, dan pariwisata.

Baca Juga :  Pemerintah Prancis umumkan rencana anti rokok

Baca juga: Retno: ASEAN tetap jadikan 5PC acuan utama penyelesaian isu Myanmar

Baca juga: Pejabat senior junta Myanmar hadiri pertemuan ASEAN di Laos


 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Anton Santoso
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

WSJ: AS selidiki penggunaan fosfor putih oleh Israel di Gaza
Kim Jong Un pantau uji coba rudal darat-ke-laut terbaru
Tekanan internasional meningkat untuk setujui gencatan senjata di Gaza
Hasil perhitungan suara di Kuala Lumpur masih tunggu rapat pleno PPLN
Biden tunda deportasi WN Palestina selama 18 bulan
Studi ungkap vaksinasi COVID-19 saat masa kehamilan lindungi bayi
Aksi penembakan warnai parade kemenangan Super Bowl AS
Serangan ‘drone’ Israel hantam apartemen di Lebanon

Berita Terkait

Kamis, 15 Februari 2024 - 17:28 WIB

DPKP: Hasil tani-peternakan Biak pasok kebutuhan warga antarkabupaten

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:26 WIB

MoU standardisasi baterai motor listrik ditandatangani kuartal II

Kamis, 15 Februari 2024 - 14:25 WIB

Pemkot Bandung : Buruan Sae berperan perkuat ketahanan pangan

Kamis, 15 Februari 2024 - 13:22 WIB

Realisasi investasi di Banyumas tahun 2023 capai Rp1,99 triliun

Kamis, 15 Februari 2024 - 12:20 WIB

Menperin siapkan insentif guna dorong pembangunan pabrik mobil listrik

Kamis, 15 Februari 2024 - 11:19 WIB

IIMS 2024 momentum tunjukkan inovasi industri otomotif

Kamis, 15 Februari 2024 - 10:18 WIB

Kemendag: Pertemuan misi dagang Indonesia-Kanada hasilkan Rp26 miliar

Kamis, 15 Februari 2024 - 09:17 WIB

Harga emas Antam Kamis naik Rp1.000 jadi Rp1,115 juta per gram

Berita Terbaru