IOC akan evaluasi Wushu sebagai cabor Olimpiade setelah Dakar 2026

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gangneung (Rumah Bicara) – Presiden Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) Thomas Bach menyatakan bahwa pengakuan dan partisipasi internasional untuk pertandingan Wushu akan berperan penting dalam menentukan masa depan Wushu sebagai cabang olahraga (cabor) resmi di Olimpiade.

Wushu, yang juga dikenal sebagai seni bela diri, telah disertakan sebagai cabang olahraga medali di Olimpiade Pemuda Dakar (Dakar Youth Olympic Games) 2026, ajang yang kerap dinilai sebagai indikator utama untuk memperkenalkan olahraga baru ke dalam Olimpiade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Olimpiade Pemuda 2014 di Nanjing, pihak penyelenggara menggelar kompetisi Wushu sebagai bagian dari program budaya dan pendidikan.

Bach menyebutkan bahwa Wushu, seperti halnya cabor panjat tebing dan breaking atau breakdance, harus melewati pengujian di lingkungan “laboratorium”. Baik panjat tebing maupun breaking ditambahkan ke Olimpiade setelah uji coba yang sukses di Olimpiade Pemuda sebelumnya.

“Kami gembira untuk menyertakan Wushu dalam program resmi Dakar 2026,” kata Bach. “Wushu sangat dihargai oleh Senegal, negara tuan rumah Olimpiade Pemuda, dan terdapat antusiasme besar seputar hal ini.”

“Debut Wushu di Olimpiade telah dinantikan dalam dua tahun ini,” kata presiden IOC itu.

Bach mencatat bahwa olahraga tradisional China ini akan memiliki dasar yang kuat untuk dievaluasi setelah debut Olimpiade-nya di Dakar

“Setelah debutnya, kami harus menunggu dan mengamati tingkat pengakuan dan partisipasi internasional, serta kinerja kompetisi secara keseluruhan,” katanya.

“Setelah analisis ini, kami akan berada dalam posisi untuk membuat keputusan terkait penyertaan Wushu dalam program Olimpiade di masa depan,” tutur Bach. 

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © Rumah Bicara 2024

Baca Juga :  Duta Besar China untuk Indonesia gambarkan masa depan kedua negara

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras
Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran
Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban
Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024
Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor
Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau
Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka
Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:41 WIB

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:40 WIB

Bayer Leverkusen melanjutkan tren positif usai tumbangkan Mainz 2-1

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:38 WIB

Pelatih Persebaya maklumi kesalahan Paulo Henrique

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:38 WIB

Nunez, Salah, dan Szoboszlai berpeluang tampil lawan Chelsea di final

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:37 WIB

Greenwood akan tolak pinangan Barcelona karena ingin kembali ke MU

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:35 WIB

Hokky tetap optimistis Garuda Muda tembus 8 besar Piala Asia U-23

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:34 WIB

Divaldo Alves nilai imbang lawan Persebaya sebagai hasil yang adil

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:33 WIB

Persib gagal pertahankan keunggulan dan ditahan imbang Barito Putera

Berita Terbaru

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB