Israel tolak hentikan perang, serukan pemerintahan militer di Gaza

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yerusalem (Rumah Bicara) – Menteri Keuangan garis keras Israel, Bezalel Smotrich pada Senin (29/1) mengatakan bahwa Partai Zionis Religius tidak akan setuju untuk menghentikan pertempuran di Gaza dan menyerukan pemerintahan militer Israel di daerah itu setelah perang.

Smotrich menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan partai di parlemen Israel, Knesset, demikian menurut saluran lokal Channel 12.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan bahwa menghentikan perang di Gaza selama dua bulan berarti kehilangan prestasi tentara Israel di sana dan akan memungkinkan kelompok Palestina Hamas untuk memulihkan kekuatannya, sehingga memungkinkan terorisme memasuki daerah kantong itu lagi setelah tentara mundur.

Komentar tersebut muncul sebagai reaksi terhadap laporan di media Israel bahwa Israel dan Hamas hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata yang mana gencatan senjata selama dua bulan akan berlaku dan pertukaran pertahanan akan dilakukan.

“Akan ada kekuasaan militer di Gaza karena hal itu disepakati oleh kita semua,” kata Smotrich dalam sebuah wawancara dengan Channel 12, Sabtu (27/1).

Dia juga berbicara menentang Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), dengan mengatakan bahwa badan tersebut harus diusir dari Gaza dan Tepi Barat.

Israel menuduh beberapa karyawan badan tersebut terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.

Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 26.637 warga Palestina dan melukai 65.387 lainnya. Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur.

Baca Juga :  Rusia ingin tingkatkan kerja sama pariwisata dengan ASEAN

Sumber: Anadolu

Baca juga: Dunia harus sadar ajakan Israel akan perparah kelaparan di Gaza

Baca juga: Uni Eropa tunggu hasil penyelidikan sebelum putuskan pendanaan UNRWA

Baca juga: China dukung putusan Mahkamah Internasional soal Gaza

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor
Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau
Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka
Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi
Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025
Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur
IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia
Israel akan bangun 3.300 unit permukiman ilegal di Tepi Barat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:26 WIB

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:22 WIB

Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:21 WIB

Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:20 WIB

Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:19 WIB

IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:18 WIB

Israel akan bangun 3.300 unit permukiman ilegal di Tepi Barat

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:17 WIB

Media Korut sebut upaya AS dalam konflik Gaza “air mata buaya”

Berita Terbaru