KBRI Kuala Lumpur kawal kasus dugaan pembunuhan WNI di Petaling Jaya

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuala Lumpur (Rumah Bicara) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ikut mengawal kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) di Desa Mentari, Petaling Jaya, Selangor.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Yoshi Iskandar saat dikonfirmasi di Kuala Lumpur, Selasa, membenarkan bahwa perempuan yang ditemukan tewas tersebut merupakan WNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KBRI, menurut Yoshi, sudah dapat menghubungi keluarga korban di Indonesia dan menyampaikan perihal proses autopsi yang diperlukan terhadap tubuh korban untuk keperluan penyelidikan.

Kepolisian Malaysia melakukan autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematian dan guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Karenanya, jenazah korban belum dapat dipulangkan ke Indonesia.

Polisi juga belum dapat mengetahui motif dibalik dugaan pembunuhan pekerja migran asal Jawa Timur itu, kata Yoshi. Beberapa rekan WNI yang menyewa unit yang sama dengan korban juga dimintai keterangan sebagai saksi.

Dalam pernyataan media, Kepala Polisi Petaling Jaya Mohd Fakhrudin Abd Hamid ACP mengatakan Kantor Polisi Daerah Petaling Jaya menerima telepon dari Mers 999 pada Senin (29/1) sekitar pukul 06.30 waktu setempat dari seorang pria warga lokal yang menginformasikan menemukan seorang perempuan yang tidak diketahui etnisnya tidak sadarkan diri di dekat tangga apartemen Mentari di kawasan Desa Mentari, Sungai Way, Petaling Jaya.

Ia mengatakan Divisi Forensik D10 Kantor Polisi Selangor, tim medis Rumah Sakit Sungai Buloh dan dibantu tim patologi dari Pusat Pengobatan Universitas Malaya ditugaskan untuk datang ke lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan tubuh korban perempuan berusia sekitar 19 tahun itu, menurut dia, ditemukan luka di bagian leher, dada dan kedua tangan.

Baca Juga :  KBRI Den Haag manfaatkan media sosial untuk sosialisasikan Pemilu

Ia mengatakan kasus tersebut tergolong pembunuhan dan sedang diselidiki berdasarkan pasal 302 KUHP.

Baca juga: Polisi Malaysia selidiki dugaan pembunuhan WNI di Petaling Jaya

Baca juga: Kemlu masih tunggu hasil autopsi WNI yang dibunuh di Jepang


 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: M Razi Rahman
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Cuaca kian menghangat, Dunia Es dan Salju Harbin China resmi ditutup
Pinjaman outstanding jangka menengah-panjang industri China meningkat
Wuling perkenalkan Cloud EV, mobil listrik ketiganya di Indonesia
BYD umumkan harga tiga produk mobil di IIMS 2024
Pertemuan para menhan NATO bahas penguatan pertahanan
Laos tingkatkan standar pariwisata untuk tarik lebih banyak wisatawan
Presiden Ukraina legalkan ganja medis
AS ingatkan Putin tidak ikut campur di pilpres

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:26 WIB

Pemerintah targetkan 10 juta UMKM tersertifikasi halal pada Oktober 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:22 WIB

Kaltim pacu produksi pisang untuk pasar internasional

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:21 WIB

Kemenkop UKM minta UMKM gunakan digitalisasi dongkrak daya saing

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:21 WIB

Menhub targetkan proving ground Bekasi “soft launching” September 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:20 WIB

Soal tabrakan kereta Cicalengka, KNKT: Anomali sinyal terjadi sejak Agustus 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:18 WIB

BlackVue luncurkan dash cam di IIMS 2024, sematkan teknologi AI

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:18 WIB

ASDP layani 45,6 juta penumpang selama 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 01:15 WIB

Pastika: Internet masuk desa di Bali percepat pengembangan ekonomi

Berita Terbaru