Kerajinan dari limbah bantu kawasan berpenghasilan rendah di Zambia

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lusaka (Rumah Bicara) – Ernest Chilambwe (36) dan Shadreck Lukwesa (32) mencari nafkah dengan mengolah bahan limbah menjadi ornamen dan produk fungsional.

Chilambwe dari Kapiri Mposhi dan Lukwesa dari Kabwe di Zambia tengah termasuk di antara mereka yang mencari nafkah dengan cara yang ramah lingkungan di kawasan berpenghasilan rendah di negara itu. Keduanya tinggal di daerah pinggiran.

Chilambwe membuat keranjang dari potongan plastik bekas, yang dijual untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat ada peluang untuk membuat sesuatu yang berguna dari potongan-potongan plastik yang digunakan untuk mengikat bal-bal pakaian dan tempat tidur yang dibuang para pedagang,” ujarnya.

Dalam sebulan, Chilambwe bisa membuat sekitar 60 keranjang berbagai ukuran dengan penghasilan sekitar 3.800 kwacha Zambia (sekitar Rp2.215.400).

“Uang itu saya gunakan untuk membeli makanan dan membayar tempat tinggal bagi istri dan empat anak saya,” katanya.

“Saya juga menghidupi keluarga besar saya dengan menggunakan uang dari hasil pembuatan keranjang, yang merupakan penghasilan utama saya.”
 

   Ernest Chilambwe (kiri) menunjukkan keranjang dari bahan plastik bekas kepada seorang pelanggan di Kapiri Mposhi, Zambia, 16 Januari 2024. (Xinhua/Lillian Banda)

Sebelum beralih profesi, Chilambwe adalah seorang tukang kayu.

“Saya senang membuat keranjang belanja dari potongan-potongan plastik. Ini adalah sesuatu yang telah saya lakukan selama lebih dari 10 tahun. Kerajinan ini tidak hanya memberi saya penghasilan, tetapi juga membantu mengurangi sampah di sekitar Kapiri Mposhi,” ujarnya.

Sementara itu, Lukwesa telah membuat benda-benda ornamen dengan bahan kertas bekas selama lima tahun. Dia menyulap limbah kertas menjadi karya-karya dekoratif berbentuk bebek air dan berbagai hewan liar berukuran kecil dan sedang.

“Saya terjun ke dunia kerajinan tangan setelah gagal mendapatkan pekerjaan formal. Saya harus belajar membuat ornamen berbahan kertas bekas dari paman saya, yang seorang seniman berpengalaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemlu tanggapi pernyataan soal diplomat titipan

Lukwesa kini menghasilkan lebih dari 3.500 kwacha Zambia per bulan dari hasil kerajinan tangannya.

Pendekatan inovatif Chilambwe dan Lukwesa dalam mengelola sampah tidak hanya membantu mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menunjukkan potensi artistik dari daur ulang. Mereka memberikan contoh semangat kewirausahaan di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi banyak warga Zambia.

 

Pewarta: Xinhua
Editor: Anton Santoso
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Pinjaman outstanding jangka menengah-panjang industri China meningkat
Wuling perkenalkan Cloud EV, mobil listrik ketiganya di Indonesia
BYD umumkan harga tiga produk mobil di IIMS 2024
Pertemuan para menhan NATO bahas penguatan pertahanan
Laos tingkatkan standar pariwisata untuk tarik lebih banyak wisatawan
Presiden Ukraina legalkan ganja medis
AS ingatkan Putin tidak ikut campur di pilpres
AS dan negara-negara Arab susun rencana pendirian negara Palestina

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:32 WIB

Pioli minta AC Milan fokus ke leg kedua kontra Rennes

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:31 WIB

De Rossi puji Romelu Lukaku ketika AS Roma tahan imbang Feyenoord

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:28 WIB

Jadwal Liga Italia pekan ke-25: Tim-tim besar difavoritkan

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:28 WIB

Suwon lakoni laga ujicoba di Indonesia karena informasi pelatih STY

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:27 WIB

Jan Olde berharap PSSI dan klub dapat solusi isu pemanggilan pemain

Sabtu, 17 Februari 2024 - 01:24 WIB

Mohamed Salah siap diturunkan melawan Brentford

Sabtu, 17 Februari 2024 - 00:23 WIB

Persiapan Persik Kediri jelang hadapi Persis Solo berjalan baik

Jumat, 16 Februari 2024 - 23:21 WIB

Nick Kuipers tak sabar lakoni laga ke-100 bersama Persib Bandung

Berita Terbaru

BISNIS

Pertagas Niaga tingkatkan ketersediaan LNG di Jawa-Bali

Sabtu, 17 Feb 2024 - 08:24 WIB