Korea dan Indonesia adakan pelatihan pemetaan pesisir gunakan drone

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) mengadakan pelatihan memetakan wilayah pesisir tingkat lanjut dengan menggunakan VTOL fixed-wing drone pada Senin-Jumat (22-26/1) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong,  Jawa Barat. 

Dalam rilis MTCRC pada Rabu (31/1) disebutkan bahwa Pelatihan yang bertajuk “Mapping Coastal Area Using Vertical Take-off Landing (VTOL) Fixed Wing Drone” ini mendorong pertukaran pengetahuan antara Korea dan Indonesia dalam memetakan wilayah pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui pelatihan komprehensif ini, kami berkomitmen memberdayakan keahlian para peneliti dan pembuat kebijakan di Indonesia dengan keterampilan yang dibutuhkan,” ungkap Direktur MTCRC Park Hansan.

“Selain itu pelatihan ini juga mendorong kemampuan mereka untuk berkontribusi secara signifikan terhadap keberhasilan program rehabilitasi yang lebih luas, dan menciptakan dampak berkelanjutan terhadap ekosistem pesisir Indonesia,” tambah Park.

Pelatihan diisi dengan teori seperti dasar-dasar aerodinamik, perencanaan misi penerbangan, dan pengolahan data hingga praktik pengoperasian VTOL Fixed-wing drone.

Diharapkan pelatihan ini dapat membekali peserta dengan keterampilan yang diperlukan dalam lanskap teknologi kelautan yang terus berkembang, serta mendorong kemajuan dalam mengatasi tantangan di masa depan.

MTCRC memiliki fungsi utama antara lain sebagai platform kerja sama, penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas untuk memperkuat dan mempromosikan kerja sama praktis dalam ilmu dan teknologi kelautan antara kedua negara.

Proyek yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) dan mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Korea melalui Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) dan didukung oleh Korea-Indonesia MTCRC sebagai badan pelaksana resmi untuk kedua negara.

Pelatihan ini mengundang enam pelatih dari DaYoung Drone M&S Korea, tiga peneliti MTCRC dan diikuti 25 peserta dari institusi pemerintah seperti Kemenko Marves, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan juga universitas seperti ITB, IPB, UGM, UNDIP, dan UNUD.

Baca Juga :  PM Selandia Baru tolak ambil bagian dalam nuklir AUKUS

CEO DaYoung, Lee Heewoo mengapresiasi seluruh peserta dan berharap melalui pelatihan ini para peserta mampu menjalankan misi survei.

“Saya harap Anda dapat menjadi pelopor VTOL fixed-wing drone di Indonesia di masa depan”, ujar Lee.

Sementara itu Koordinator Pelaksana Fungsi Tata Kelola Pengembangan Infrastruktur dan Layanan di Bidang Teknik BRIN Tjahjo Pranoto mengungkapkan antusiasme dengan mendukung dan memfasilitasi pelatihan ini.

Pranoto memperkenalkan fasilitas BRIN di KST Soekarno untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal mengingat telah terjalin kerja sama antara KIOST dan BRIN melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pada 9 dan 30 Oktober 2023.

Pelatihan ini merupakan bagian dari proyek bantuan pembangunan resmi atau Official Development Assistance (ODA) Project berjudul “Establishment of the Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center and Enhancing Capacity Building in Indonesia”.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, Indonesia Emas 2045 dan Pilar Poros Maritim.

Baca juga: Perusahaan Korsel salurkan beasiswa untuk mahasiswa kampus Kemenperin

Baca juga: Perluas jalur udara antara Korea-Indonesia dan “fly together”

Baca juga: UC Surabaya kenalkan budaya Indonesia kepada 21 mahasiswa Korsel

 

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras
Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran
Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban
Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024
Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor
Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau
Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka
Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:41 WIB

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:40 WIB

Bayer Leverkusen melanjutkan tren positif usai tumbangkan Mainz 2-1

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:38 WIB

Pelatih Persebaya maklumi kesalahan Paulo Henrique

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:38 WIB

Nunez, Salah, dan Szoboszlai berpeluang tampil lawan Chelsea di final

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:37 WIB

Greenwood akan tolak pinangan Barcelona karena ingin kembali ke MU

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:35 WIB

Hokky tetap optimistis Garuda Muda tembus 8 besar Piala Asia U-23

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:34 WIB

Divaldo Alves nilai imbang lawan Persebaya sebagai hasil yang adil

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:33 WIB

Persib gagal pertahankan keunggulan dan ditahan imbang Barito Putera

Berita Terbaru

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB