NASA luncurkan satelit PACE untuk kumpulkan data bumi, perubahan iklim

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Perusahaan transportasi luar angkasa SpaceX pada Kamis sukses melakukan peluncuran untuk mengirim satelit milik NASA senilai hampir 1 miliar dolar (sekitar Rp15,6 triliun) ke orbit untuk memonitor kesehatan Bumi, dari laut hingga atmosfernya.

Selain itu, NASA atau badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat itu juga menyebut bahwa satelit tersebut akan dapat menyediakan data penting untuk membantu memerangi perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satelit yang bernama PACE itu telah diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX, setelah beberapa kali peluncurannya terancam batal dalam berbagai kesempatan sebelumnya.

Setelah mencapai orbit yang tepat, PACE akan memulai pengamatannya di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Satelit itu akan mengumpulkan data tentang aerosol dan awan, memindai Bumi setiap dua hari untuk menganalisis komposisi kimia, pergerakan dan interaksinya.

Misi PACE NASA bertujuan untuk mengeksplorasi lingkungan di Bumi dengan mempelajari kesehatan laut, kondisi atmosfer, dan ekosistem.

Proyek itu akan memantau plankton, aerosol, awan, dan kondisi lautan untuk memahami lebih baik interaksi dan pengaruhnya terhadap iklim planet dan kesehatannya secara keseluruhan.

Para ilmuwan menyatakan bahwa data PACE akan memberikan wawasan penting mengenai dampak aerosol pada pembentukan awan dan membedakan berbagai jenis awan.

Memahami faktor-faktor tersebut sangat penting untuk menafsirkan perubahan iklim dan perubahan kualitas udara, demikian NASA.

Selain itu, data dari polarimeter PACE akan menyempurnakan model iklim dengan memberikan informasi atmosfer yang lebih akurat, menggantikan model perkiraan yang ada saat ini dengan pengukuran langsung.

Data polarimetri baru tersebut juga akan memberikan wawasan real time (waktu nyata) atau langsung mengenai polusi udara.

Baca juga: NASA luncurkan perangkat ke luar angkasa pelajari partikel debu

Baca juga: NASA rilis strategi atasi tantangan iklim

Baca Juga :  Dubes RI beri kuliah umum soal bahasa Indonesia di Universitas Tunisia

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: M Razi Rahman
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024
Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor
Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau
Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka
Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi
Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025
Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur
IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:26 WIB

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:24 WIB

Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:22 WIB

Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:21 WIB

Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:20 WIB

Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:19 WIB

IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:18 WIB

Israel akan bangun 3.300 unit permukiman ilegal di Tepi Barat

Berita Terbaru

BISNIS

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 04:35 WIB

DUNIA

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Feb 2024 - 04:26 WIB