Parlemen Inggris dukung RUU pengiriman pencari suaka ke Rwanda

- Jurnalis

Kamis, 18 Januari 2024 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

London (Rumah Bicara) – Mayoritas anggota parlemen Inggris pada Rabu (17/1) memilih untuk mendukung rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial yang akan memungkinkan pemerintah untuk mengirim pencari suaka ke Rwanda.

Meski ada ancaman dari “pemberontak Konservatif” untuk membatalkan RUU tersebut, rancangan legislasi  itu akhirnya lolos pada pembahasan ketiga di Dewan Rakyat atau majelis rendah dalam Parlemen Britania Raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“RUU Keamanan (Suaka dan Imigrasi) Rwanda,” yang merupakan kebijakan suaka utama Perdana Menteri Rishi Sunak, didukung dengan hasil suara 320-276.

RUU yang diajukan ke parlemen bulan lalu itu ditujukan untuk mengatasi kekhawatiran Mahkamah Agung Inggris, yang memutuskan bahwa rencana awal pemerintah untuk mengirim pencari suaka ke negara Afrika Timur itu melanggar hukum.

RUU tersebut memaksa para hakim untuk menganggap Rwanda sebagai negara yang aman dan memberi kewenangan kepada para menteri untuk mengabaikan beberapa bagian dari Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM).

RUU yang diupayakan Sunak itu juga menuai kritik dari dalam partainya, tetapi mayoritas “pemberontak” memutuskan untuk mendukungnya. Disebutkan bahwa hanya 11 anggota parlemen konservatif yang memilih untuk menolaknya.

Pada Selasa, dua wakil ketua partai Konservatif, Lee Anderson dan Brendan Clarke-Smith, mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas RUU tersebut.

RUU itu harus diloloskan oleh Dewan Rakyat dan Dewan Bangsawan atau Majelis Tinggi, dan kemudian akan menjadi undang-undang setelah mendapat persetujuan kerajaan.

Rencana pengiriman pencari suaka ke Rwanda tersebut telah menjadi salah satu kebijakan migrasi pemerintah yang paling kontroversial karena memicu kritik internasional dan protes massal di seluruh Inggris.

Menangani penyeberangan perahu kecil yang dilakukan oleh migran gelap di sepanjang Selat Inggris merupakan salah satu dari lima prioritas pemerintah, saat lebih dari 45 ribu migran tiba di Inggris tahun lalu.

Baca Juga :  Kota Changzhou di China torehkan kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi

Baca juga: PM Sunak: pendatang ilegal di Inggris tidak akan diizinkan tinggal

Baca juga: Inggris perkuat perjanjian deportasi migran ilegal dengan Rwanda

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka
Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi
Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025
Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur
IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia
Israel akan bangun 3.300 unit permukiman ilegal di Tepi Barat
Media Korut sebut upaya AS dalam konflik Gaza “air mata buaya”
Presiden Senegal akan turun jabatan pada 2 April

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:35 WIB

Hokky tetap optimistis Garuda Muda tembus 8 besar Piala Asia U-23

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:33 WIB

Persib gagal pertahankan keunggulan dan ditahan imbang Barito Putera

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:32 WIB

Persib Bandung ditahan imbang Barito Putera

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:31 WIB

Tuchel: Saya bukan satu-satunya masalah di Muenchen

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:30 WIB

Jadi tuan rumah Liga 3, Persikota Tangerang ditargetkan juara

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:26 WIB

Persis Solo siap kalahkan Persik Kediri

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:26 WIB

Toni Kroos umumkan akan kembali perkuat timnas Jerman untuk Euro 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:25 WIB

Arema FC kalahkan Rans Nusantara 3-2

Berita Terbaru