Presiden Korsel: Ibu Negara terima tas mewah karena tak berhati dingin

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seoul (Rumah Bicara) – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa Ibu Negara Kim Keon Hee tidak mempunyai hati yang dingin sehingga tidak bisa menolak pemberian tas tangan mewah.

Presiden Yoon melalui wawancara dengan KBS TV, seperti dilaporkan Yonhap pada Kamis, menyampaikan bahwa tas tersebut diberikan sebagai manuver politik karena saat pemberian tas tersebut direkam melalui kamera tersembunyi di dalam jam tangan, dan rekaman tersebut baru dirilis tahun lalu menjelang tahun pemilihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fakta bahwa dia tidak bisa dengan dingin menolaknya adalah masalahnya, kalau bisa disebut masalah, dan itu sedikit disesalkan,” katanya.

Yoon yang untuk pertama kalinya bersedia membicarakan tuduhan mengenai pemberian tas mewah itu mengatakan bahwa yang terpenting bukan mengenai manuver politiknya, tetapi antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Yang penting bukanlah manuver politik, tetapi kami mengambil tindakan dengan lebih jelas sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Yoon mengaku mendapat tekanan yang semakin besar untuk mengatasi tuduhan seputar Ibu Negara, bahkan ketika kantornya menyimpan tas Christian Dior senilai sekitar 3 juta won (Rp35 juta) yang diberikan kepadanya oleh seorang pendeta keturunan Korea-Amerika pada September 2022 lalu.

Masalah tersebut dianggap sebagai beban bagi partai berkuasa Korsel menjelang pemilihan parlemen pada 10 April karena insiden tersebut terjadi setelah Yoon menjabat sebagai presiden pada Mei 2022.

Yoon mengatakan dalam suatu wawancara bahwa insiden itu terjadi ketika Yoon dan istrinya masih tinggal di unit apartemen pribadi mereka di selatan Seoul, tempat istrinya berkantor di ruang bawah tanah apartemen, sebelum pindah ke kediaman presiden yang baru.

Baca Juga :  95 kota di China turunkan suku bunga hipotek untuk rumah pertama

Dia pun menyarankan pendeta mengunjunginya di kantor setelah mengaku memiliki hubungan dengan mendiang ayahnya dan bersikeras agar mereka bertemu.

“Mulai saat ini kami sudah pindah ke kediaman (presiden) tersebut, bukan hanya hal-hal seperti itu yang bisa dikelola dengan baik, tetapi saya kira kita harus jelas agar tidak menimbulkan salah paham, kegelisahan, atau kekhawatiran di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai rencana untuk menunjuk seorang inspektur khusus yang bertugas menyelidiki korupsi di kalangan anggota keluarga presiden atau untuk mendirikan kantor sekretaris pribadi Ibu Negara, Yoon mengatakan seorang inspektur khusus harus dipilih oleh Majelis Nasional, sementara kantornya sedang mempertimbangkan untuk mendirikan kantor untuk urusan Ibu Negara.

Sumber : YONHAP-OANA

Baca juga: Megawati sambut kehadiran Ibu Negara Korsel di Istana Batu Tulis Bogor

Baca juga: Puan ajak Ibu Negara Korsel tinjau flora-fauna di Istana Batu Tulis

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

UA luncurkan kampanye genjot akses pendidikan anak perempuan di Afrika
BAZNAS-KBRI pasok kebutuhan dapur umum Palestina di perbatasan Rafah
China kirimkan bantuan bagi korban gempa Afghanistan saat musim dingin
AL Thailand sebut penyelamatan HTMS Sukhothai butuh 19 hari
Seorang petani dilaporkan tewas dalam demonstrasi di India Utara
Wakil PM Australia akan kembali bertemu Prabowo bahas pertahanan
Israel siapkan langkah untuk tutup kantor media televisi Al Jazeera
Perusahaan asing raup keuntungan dari kesuksesan pameran di China

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:37 WIB

Vidio hadirkan aksi kriminal menegangkan lewat serial “Ratu Adil”

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:35 WIB

Sportel Rendez-vous Bali 2024 ajak perangi pembajakan konten olahraga

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:34 WIB

Wamendag ingatkan bahwa media sosial tidak boleh berjualan

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:34 WIB

“Green inflation” dan pemanfaatan energi hijau

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:33 WIB

OIKN ungkap IKN beroperasi secara perdana pada 17 Agustus 2024

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:31 WIB

Film spin off John Wick “Ballerina” undur tanggal perilisan

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:30 WIB

Bawaslu Jakbar: Angka Sirekap bukan acuan perhitungan sebenarnya

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:29 WIB

Satuan pendidikan diimbau mampu respons perilaku agresif peserta didik

Berita Terbaru