Presiden Korsel sebut pengembangan senjata nuklir tidak realistis

- Jurnalis

Jumat, 9 Februari 2024 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seoul (Rumah Bicara) – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan Korea Selatan bisa mengembangkan senjata nuklir dalam waktu singkat, namun mengembangkan senjata nuklir merupakan hal yang tidak realistis karena akan mengakibatkan berbagai sanksi ekonomi.

“Jika kita mengembangkan nuklir, kita akan menerima berbagai sanksi ekonomi seperti yang dialami Korea Utara dan perekonomian kita akan mendapat pukulan serius. Oleh karena itu, hal itu tidak realistis dan kita harus benar-benar mematuhi NPT (Perjanjian Nonproliferasi Nuklir),” kata Yoon dalam wawancara dengan KBS TV seperti dilaporkan Yonhap pada Kamis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki Korea Selatan, Yoon mengakui tidak akan memakan waktu lama bagi negara tersebut untuk mengembangkan senjata nuklir, namun ia menekankan bahwa mematuhi NPT lebih sejalan dengan kepentingan nasional Korsel.

Lebih lanjut Yoon menyampaikan bahwa pertemuan tingkat tinggi dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mungkin dilakukan, namun hanya jika pertemuan tersebut dijamin membuahkan hasil.

“Terlepas dari apakah Korea Utara menyerahkan senjata nuklirnya atau tidak, kita bisa mengadakan pertemuan tingkat tinggi antar-Korea,” katanya.

Baca juga: Korsel ajak Uni Eropa putuskan rantai pembiayaan nuklir Korea Utara

“Tetapi untuk melakukan hal tersebut, format top-down (perintah ke bawah) akan sulit dilakukan. Sebuah pertemuan tingkat tinggi harus diadakan setelah adanya pertukaran dan diskusi antara para pejabat di tingkat pekerja dan setelah agenda dan hasilnya disiapkan. Jika hanya sekedar melanjutkannya, maka akan bisa kembali berakhir tanpa kesimpulan atau keuntungan apa pun,” tambahnya.

Tak hanya membahas mengenai pengembangan senjata nuklir, Yoon dalam wawancara tersebut turut menepis kritik bahwa fokusnya pada penguatan hubungan dengan Amerika Serikat dan Jepang telah menyebabkan keretakan yang semakin besar antara Seoul dan Beijing.

Baca Juga :  AS umumkan bantuan Rp1,58 triliun untuk rakyat Palestina di Gaza

Mengacu pada pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri China Li Qiang di sela-sela KTT G20 pada 2022 dan 2023, Yoon mengatakan Korsel dan China telah menyatakan komitmen untuk menegakkan sistem perdagangan bebas dan multilateralisme.

“Saya kira prinsip dasar kita masing-masing dalam menjalankan negara atau hubungan luar negeri tidak berbeda,” ujarnya.

“Kita tidak perlu terlalu khawatir dengan isu hubungan Korea Selatan-China,” ucap Yoon.

Sumber : YONHAP-OANA

Baca juga: Korsel ingin perkuat kerja sama dengan AS-Jepang hadapi ancaman Korut

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah
Sekjen PBB minta penyelidikan transparan atas kematian Navalny
Cuaca kian menghangat, Dunia Es dan Salju Harbin China resmi ditutup
Pinjaman outstanding jangka menengah-panjang industri China meningkat
Wuling perkenalkan Cloud EV, mobil listrik ketiganya di Indonesia
BYD umumkan harga tiga produk mobil di IIMS 2024
Pertemuan para menhan NATO bahas penguatan pertahanan
Laos tingkatkan standar pariwisata untuk tarik lebih banyak wisatawan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:52 WIB

Perolehan suara caleg artis 17 Februari, Uya Kuya hingga Ahmad Dhani

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:50 WIB

Women from Rote Island tonjolkan kekalutan korban kekerasan seksual

Sabtu, 17 Februari 2024 - 08:48 WIB

Kemarin, perolehan suara Komeng hingga intip motor listrik BMW

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:45 WIB

Komeng sudah dapat lebih dari 1 juta suara, cek visi misinya

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:45 WIB

Koleksi karya hingga kostum God Bless dipamerkan di Galeri Nasional

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:44 WIB

Women from Rote Island ajak masyarakat hentikan kekerasan seksual

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:42 WIB

Linda Adoe ajak anak NTT percaya diri dan gali potensi bakat terpendam

Sabtu, 17 Februari 2024 - 01:41 WIB

Didik Nini Thowok sebut pameran foto ANTARA sebagai karya monumental

Berita Terbaru

DUNIA

CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah

Sabtu, 17 Feb 2024 - 11:27 WIB