Sekjen PBB desak gencatan senjata di Gaza, aksi perubahan iklim dan AI

- Jurnalis

Kamis, 18 Januari 2024 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Davos (Rumah Bicara) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Rabu (17/1) kembali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza dan menekankan pentingnya solusi dua negara untuk masalah Palestina-Israel.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Guterres mengatakan, “Dunia hanya diam ketika warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak, terbunuh, terluka, dibombardir, dipaksa meninggalkan rumah mereka, dan tidak diberikan akses ke bantuan kemanusiaan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengulangi seruan saya untuk gencatan senjata kemanusiaan secepatnya di Gaza, dan proses yang menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan bagi warga Israel dan Palestina, berdasarkan solusi dua negara,” katanya.

“Ini adalah satu-satunya cara untuk menghentikan penderitaan dan mencegah dampak limpahan (spillover) yang dapat membakar seluruh kawasan ini.”
 
Dalam pidatonya, Sekjen PBB itu juga meminta para pemimpin dunia untuk mengatasi ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang tidak terkendali.

Dia menjelaskan bahwa 2023 merupakan tahun terpanas yang pernah dicatat dengan kekeringan, banjir, dan bencana alam lainnya melanda berbagai negara dan komunitas.

Guterres mengatakan “penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap sangat penting dan tidak dapat dihindari” dan “kita harus bertindak sekarang untuk memastikan transisi yang adil dan merata ke energi terbarukan.”

Dia juga menyerukan upaya sistematis untuk meningkatkan akses ke AI dan menjembatani kesenjangan digital sehingga negara-negara berkembang juga dapat memperoleh manfaat dari potensi teknologi tersebut yang sangat besar.

Guterres memperingatkan akan risiko yang ditimbulkan oleh AI terhadap hak asasi manusia, privasi pribadi, dan masyarakat.

Dia mendesak pemerintah untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi dalam manajemen risiko pengembangan AI serta mengimbau sektor swasta untuk bergabung dalam upaya berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan model tata kelola yang “berjejaring dan adaptif” untuk AI.
 
 

Baca Juga :  Hamas minta warga Palestina jangan gubris Israel, tetap di Gaza

Pewarta: Xinhua
Editor: Anton Santoso
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras
Roket pengangkut satelit Queqiao-2 tiba di lokasi peluncuran
Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban
Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024
Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor
Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau
Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka
Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:30 WIB

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:28 WIB

Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:26 WIB

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:26 WIB

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:24 WIB

Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:22 WIB

Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:21 WIB

Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025

Berita Terbaru