WHO sebut tuduhan Israel atas UNRWA ‘pengalihan” dari perang Gaza

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenewa (Rumah Bicara) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa menyebut tuduhan Israel terhadap Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) sebagai “pengalihan” dari serangan gencar di Gaza dan mendesak negara-negara untuk kembali melanjutkan pendanaan ke badan itu.

“Pembahasan yang terjadi saat ini lebih kepada pengalihan dari apa yang terjadi setiap hari, setiap jam di Gaza, kata juru bicara WHO Christian Lindmeier dalam arahan pers di Jenewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lindmeier merujuk pada tuduhan baru-baru ini oleh Tel Aviv terhadap beberapa staf UNRWA bahwa mereka terlibat dalam serangan lintas batas di Israel oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober.

Mengusulkan bahwa sementara tuduhan ini harus diselidiki, ia mengatakan bahwa tuduhan tersebut menjadi “pengalih perhatian” dari tindakan-tindakan yang menghalangi akses seluruh negara terhadap makanan, air, dan listrik ke Gaza.

Hal itu juga mengalihkan perhatian dari “serangan terus menerus” terhadap warga Palestina di Gaza, bahkan di tempat yang dinyatakan aman, serta dari serangan di “penampungan, sekolah, rumah sakit,” tambah dia.

Setidaknya ada 12 negara yang menghentikan pendanaan ke UNRWA seperti Jerman, Swiss, Italia, Kanada, Finlandia, Australia, Inggris, Belanda, Amerika Serikat, Prancis, Austria dan Jepang.

Sementara UNRWA menyatakan telah mengakhiri kontrak dengan beberapa staf setelah adanya tuduhan Israel tersebut.

Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 26.637 warga Palestina dan melukai 65.387 orang. Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

Baca Juga :  Spanyol sediakan dana bantuan darurat Rp59 miliar untuk UNRWA

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kemlu RI: tuduhan Israel terhadap UNRWA harus dibuktikan

Baca juga: Sekjen PBB akan temui para donatur utama UNRWA

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Cuaca kian menghangat, Dunia Es dan Salju Harbin China resmi ditutup
Pinjaman outstanding jangka menengah-panjang industri China meningkat
Wuling perkenalkan Cloud EV, mobil listrik ketiganya di Indonesia
BYD umumkan harga tiga produk mobil di IIMS 2024
Pertemuan para menhan NATO bahas penguatan pertahanan
Laos tingkatkan standar pariwisata untuk tarik lebih banyak wisatawan
Presiden Ukraina legalkan ganja medis
AS ingatkan Putin tidak ikut campur di pilpres

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:26 WIB

Pemerintah targetkan 10 juta UMKM tersertifikasi halal pada Oktober 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:22 WIB

Kaltim pacu produksi pisang untuk pasar internasional

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:21 WIB

Kemenkop UKM minta UMKM gunakan digitalisasi dongkrak daya saing

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:21 WIB

Menhub targetkan proving ground Bekasi “soft launching” September 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:20 WIB

Soal tabrakan kereta Cicalengka, KNKT: Anomali sinyal terjadi sejak Agustus 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:18 WIB

BlackVue luncurkan dash cam di IIMS 2024, sematkan teknologi AI

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:18 WIB

ASDP layani 45,6 juta penumpang selama 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 01:15 WIB

Pastika: Internet masuk desa di Bali percepat pengembangan ekonomi

Berita Terbaru