WNI di Lebanon sempat direlokasi antisipasi konflik Hizbullah-Israel

- Jurnalis

Selasa, 6 Februari 2024 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel di tengah baku tembak yang terjadi secara berkala antara pasukan Israel dan Hizbullah, dalam bentrokan paling mematikan sejak kedua pihak terlibat perang skala penuh pada 2006.

Jakarta (Rumah Bicara) – Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon selatan sempat direlokasi ke tempat perlindungan KBRI Beirut, guna mengantisipasi eskalasi konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha menyebut sebanyak 49 orang dari total 232 WNI di Lebanon tinggal di wilayah selatan negara itu.

“Beberapa waktu yang lalu KBRI Beirut telah melakukan relokasi WNI kita di Lebanon selatan ke shelter di KBRI. Namun, ketika situasi sudah membaik, mereka kembali lagi ke Lebanon selatan,” kata Judha dalam pernyataan pers di Jakarta, pada Senin (5/2).

Menurut Judha, situasi keamanan di Lebanon masih belum stabil dan masih bergejolak. 

Karena itu, pemerintah terus memonitor situasi di Lebanon dan kawasan Timur Tengah guna mengantisipasi eskalasi konflik yang dapat membahayakan keselamatan WNI.

Selain menjalin komunikasi dengan WNI di kawasan tersebut, Kemlu terus memperbarui rencana cadangan dan skenario evakuasi, jika diperlukan.

“Namun hingga saat ini kita masih terus melakukan pemantauan,” tutur Judha.

Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel di tengah baku tembak yang terjadi secara berkala antara pasukan Israel dan Hizbullah, dalam bentrokan paling mematikan sejak kedua pihak terlibat perang skala penuh pada 2006.

Pertempuran kembali pecah di Lebanon setelah Israel berperang dengan kelompok pejuang Hamas Palestina di Jalur Gaza pada 7 Oktober tahun lalu.

Baca Juga :  Berseluncur di taman kekaisaran - ANTARA News

Kelompok Hizbullah yang adalah sekutu Hamas, menembakkan roket ke Israel, yang dibalas dengan serangan udara dan tembakan artileri.

Peningkatan ketegangan dan baku tembak sporadis yang terjadi antara tentara Israel di satu pihak, dan Hizbullah dan dengan faksi-faksi Palestina di pihak lainnya, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk warga sipil Lebanon.

Baca juga: Hizbullah janji tingkatkan jangkauan rudal jika perang Israel meluas

Baca juga: Menhan Gallant: Israel siap atasi masalah dengan Hizbullah

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Arie Novarina
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025
Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur
IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia
Israel akan bangun 3.300 unit permukiman ilegal di Tepi Barat
Media Korut sebut upaya AS dalam konflik Gaza “air mata buaya”
Presiden Senegal akan turun jabatan pada 2 April
China perkuat perencanaan tata ruang Sungai Yangtze
Laporan arkeologi terkait Gua Mogao dipublikasikan

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:20 WIB

Panasonic mulai perluasan pabrik mesin SMT di China timur

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:19 WIB

IAEI lantik kepengurusan baru DPW Malaysia

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:18 WIB

Israel akan bangun 3.300 unit permukiman ilegal di Tepi Barat

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:17 WIB

Media Korut sebut upaya AS dalam konflik Gaza “air mata buaya”

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:15 WIB

Presiden Senegal akan turun jabatan pada 2 April

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:14 WIB

China perkuat perencanaan tata ruang Sungai Yangtze

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:13 WIB

Laporan arkeologi terkait Gua Mogao dipublikasikan

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:12 WIB

Palestina upayakan keanggotaan penuh di PBB

Berita Terbaru