Aming sebut film horor Indonesia semakin pesat di era digital 

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) –

Pemain film Aming Sugandhi menyebut perkembangan film horor Indonesia semakin pesat dari segi efek visual dan pengemasan cerita dipengaruhi dengan berkembangnya era digital yang semakin mudah diakses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jujur pesat sekali dari cerita, dari spesial efek, treatment, maksud saya bagus, sekarang film Indonesia melihat treatment-nya, ceritanya, penggarapannya, cinematografi bagus karena mungkin era digital, pasar bebas jadinya orang lebih kompetitif,” kata Aming saat ditemui di acara promosi film terbarunya di Jakarta, Senin.

Baca juga: MD Pictures rilis judul dan poster film “Badarawuhi di Desa Penari”

 

Aming mengatakan era digital memungkinkan semua orang melihat lebih banyak referensi dan lebih tahu ke mana arah kompetisi sesama industri perfilman.

 

Ia juga menyebut perfilman Indonesia khususnya horor sudah masuk “next level” karena sudah banyak lahir sutradara kondang yang mampu mengemas film horor menjadi lebih disukai sehingga menarik penonton lebih banyak.

 

 

Aktor berdarah Sunda ini juga sangat menyukai film horor baik dalam negeri maupun luar negeri seperti film horor psikologis asal Spanyol yang disutradarai Dermian Rugna “When Evil Lurks”, “Hereditary” maupun film-film besutan Joko Anwar, Bobby Prasetyo dengan “Pamali Dusun Pocong” dan banyak lagi.

 

Sebagai pemain film yang bergerak di industri perfilman ia sering bergaul dengan para sutradara horor, dan saat menonton ia mengapresiasi dari segi cerita yang sekarang lebih beragam.

Aming juga merasa harus mengikuti tren industri yang digelutinya ini sebagai hal yang perlu agar pengetahuannya tetap terbarui jika terlibat di proyek film berikutnya.

Baca juga: Wulan Guritno dan Shaloom Razade perdalam olah tubuh di film “Trinil”

Baca Juga :  Kisah manis dua pendekar gitar terakhir Indorock di Negeri Belanda

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Franki “Pepeng” Indrasmoro debut jadi solois lewat “Ceriakan Dunia”
Dian Satro di ‘Ratu Adil’, belajar menembak demi jadi ibu yang bengis
Ballistik Boyz kembali dengan album ketiganya Back&Forth
Kembang api seniman Jepang hias visual Jember Fashion Carnaval
ONLEE siap jumpai Olee di Jakarta awal Maret
Krystal resmi bergabung dengan agensi Beasts & Natives
S.Coups dan Jeonghan SEVENTEEN siap kembali beraktivitas usai hiatus
Musim keempat serial “The Boys” tayang perdana 13 Juni 2024

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:39 WIB

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:30 WIB

Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM

Berita Terbaru

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB