Ini film Indonesia berbiaya di atas Rp60 miliar

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Hasil riset dari PwC Indonesia dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menunjukkan sejumlah film Indonesia berbiaya produksi di atas 4 juta Dolar AS atau setara Rp60 miliar.

Film yang masuk kategori film beranggaran besar ini seperti Buya Hamka (2023), Foxtrot Six (2019), Trilogi Merdeka (2011), The Raid 2: Berandal (2014) dan Gunung Emas Almayer (2014).

“Film lebih dari sekadar komoditas, pendanaan stabil diperlukan,” kata Kepala Riset dan Ekonomi PwC Indonesia Denny Irawan di Jakarta, Kamis (1/2) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Film nasional berpotensi berkembang di era layanan streaming

Film beranggaran rendah biasanya merupakan produksi independen, dengan anggaran berkisar 7.000 Dolar AS sampai 66.000 Dolar AS atau Rp100 juta sampai Rp1 miliar.

Umumnya, biaya produksi film berkisar 140.000 Dolar AS sampai 1.600.000 Dolar AS atau Rp2 miliar sampai Rp25 miliar.

Produser di Indonesia secara umum mengalokasikan 10 sampai 20 persen dari total anggaran untuk kegiatan pemasaran.

Di Indonesia, terdapat skema pendanaan dari pemerintah dalam bentuk subsidi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah meluncurkan skema hibah untuk mendukung produksi film nasional serta kegiatan promosi dan distribusi internasional melalui Dana Abadi Kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Dua insentif modal produksi film agar sineas produktif

Dana Abadi Kebudayaan Indonesia telah mengalokasikan 10 juta Dolar AS sebagai dana pendamping one-to-one untuk mendukung proyek film produksi bersama.

Ada juga dana abadi pendidikan sebesar 8 miliar Dolar AS atau Rp127 miliar untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan perfilman dan Dana Indonesiana yang didirikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Kementerian Keuangan senilai 215 juta Dolar AS atau Rp3 triliun untuk peningkatan skala bisnis di industri layar.

Baca Juga :  Pengertian Stunting Adalah, Dampak dan Langkah Pencegahannya

Lalu riset juga menampilkan apa saja usaha yang diklasifikasikan sebagai industri layar. Klasifikasi baku lapangan usaha industri (KBLI) bisa dilihat dalam gambar tabel berikut:

Publikasi penelitian yang dilakukan PwC Indonesia bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia di Jakarta, Kamis (1/2/2024) malam. Rumah Bicara/Abdu Faisal


 

Publikasi penelitian yang dilakukan PwC Indonesia bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia di Jakarta, Kamis (1/2/2024) malam. Rumah Bicara/Abdu Faisal​​​​

​​​​Denny menyampaikan bahwa ketiadaan definisi tunggal yang diterima secara universal selama ini di Indonesia tentang “industri layar” menyebabkan keterbatasan dalam klasifikasi dan analisis usaha industri tersebut.

Kondisi itu juga menghadirkan tantangan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan untuk industri tersebut.

Baca juga: Film “Heartbreak Motel” akan gunakan tiga format produksi

Sehingga kajian literatur dan perbandingan dari berbagai negara perlu ditetapkan untuk menjaga fokus penelitian yang dilakukan PwC Indonesia bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Penelitian yang bertajuk “Dampak Ekonomi Industri Layar di Indonesia – Sebuah Peluang” itu pun menunjukkan KBLI dalam dua lampiran halaman 36 sampai 40.

Untuk melihat isi lengkap riset tersebut, pembaca bisa mengakses secara bebas dengan klik laman berikut.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Zita Meirina
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Franki “Pepeng” Indrasmoro debut jadi solois lewat “Ceriakan Dunia”
Dian Satro di ‘Ratu Adil’, belajar menembak demi jadi ibu yang bengis
Ballistik Boyz kembali dengan album ketiganya Back&Forth
Kembang api seniman Jepang hias visual Jember Fashion Carnaval
ONLEE siap jumpai Olee di Jakarta awal Maret
Krystal resmi bergabung dengan agensi Beasts & Natives
S.Coups dan Jeonghan SEVENTEEN siap kembali beraktivitas usai hiatus
Musim keempat serial “The Boys” tayang perdana 13 Juni 2024

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:42 WIB

Harga emas Antam hari ini naik Rp3.000 jadi Rp1,136 juta per gram

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:38 WIB

BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Berita Terbaru

DUNIA

Waralaba kopi asal China rambah pasar luar negeri

Sabtu, 24 Feb 2024 - 08:31 WIB

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB