Raja Charles akan jalani perawatan di RS karena pembesaran prostat

- Jurnalis

Kamis, 18 Januari 2024 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Pemimpin dari Kerajaan Inggris, yakni Raja Charles III akan dirawat di rumah sakit pekan depan untuk menjalani prosedur pengobatan pembesaran prostat yang dialaminya.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

The Guardian, Rabu (17/1) waktu London, Inggris, melaporkan pihak Istana Buckingham mengumumkan bahwa kondisi Raja Charles tidak berbahaya saat ini. Oleh karena itu, Raja Charles akan mendapat prosedur perawatan untuk pembesaran prostat yang dialaminya pekan depan.

 

“Sama seperti ribuan pria setiap tahunnya, raja mencari pengobatan untuk pembesaran prostatnya. Kondisi Yang Mulia (Raja Charles) tidak berbahaya dan dia akan dibawa ke rumah sakit minggu depan untuk menjalani prosedur perbaikan. Pertemuan publik raja akan ditunda untuk masa pemulihan yang singkat,” kata pihak Istana Buckingham.

Baca juga: Charles III resmi dinobatkan sebagai Raja Inggris

 

Sekitar satu dari tiga pria berusia di atas 50 tahun akan mengalami beberapa gejala pembesaran prostat, yaitu kelenjar yang berada tepat di bawah kandung kemih.

 

Berita itu muncul pada hari yang sama ketika menantu perempuannya, Kate Middleton, sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit usai menjalani operasi perut. Kate Middleton akan tetap berada di rumah sakit selama 10-14 hari, sehingga dia harus membatalkan semua keterlibatan publiknya hingga Hari Paskah mendatang.

 

Rencananya, Raja Charles III juga akan mengadakan pertemuan dan acara di Dumfries House, Skotlandia pada hari Kamis dan Jumat. Namun, rencana itu harus ditunda atas saran dari dokternya.

 

Dengan adanya tamu, termasuk pejabat asing dan anggota kabinet yang akan melakukan perjalanan ke sana, Istana Buckingham merasa perlu untuk memberi tahu masyarakat mengenai berita tersebut.

Baca Juga :  Omara Esteghlal ceritakan direndam di kolam 8 jam dalam "Budi Pekerti"

 

 

Penyebab pembesaran prostat jinak tidak diketahui, tetapi diyakini terkait dengan perubahan hormonal seiring bertambahnya usia pria. Gejala pembesaran prostat, antara lain kesulitan buang air kecil, sering ingin buang air kecil, dan kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.

 

Keseimbangan hormon dalam tubuh berubah seiring bertambahnya usia, dan hal ini dapat menyebabkan kelenjar prostat membesar. Namun, rincian pasti mengenai prosedur yang akan dijalani raja masih belum diungkapkan oleh pihak Istana Buckingham.

 

Dokter yang menangani pasien dengan pembesaran prostat biasanya akan mengambil keputusan pengobatan berdasarkan seberapa parah gejalanya. Jika bergejala ringan, pengobatan biasanya tidak diperlukan.

 

Perubahan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi alkohol, kafein, dan minuman bersoda, membatasi asupan pemanis buatan, dan berolahraga secara teratur, mungkin akan disarankan pada pasien dengan gejala pembesaran prostat ringan.

 

Namun, jika gejala yang dialami termasuk sedang hingga berat, pasien membutuhkan obat untuk mengurangi ukuran prostat dan mengendurkan kandung kemih mereka.

 

Meskipun biasanya tidak menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan, pembesaran prostat jinak dapat menyebabkan masalah kesulitan buang air kecil atau pengosongan kandung kemih. Terkadang, gangguan kesehatan ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah, seperti infeksi saluran kemih, retensi urin kronis, atau retensi urin akut.

 

Penerjemah: Vinny Shoffa Salma
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Hana Malasan jajal karakter baru di serial “Ratu Adil”
Dian Sastro tantang diri jadi anak mafia di “Ratu Adil”
Simak lima fakta menarik variety show Korea “Apartment404”
“Bob Marley one Love” bukan sekadar musik dan perjuangan
“Easy” dirilis, Le Sserafim kian bersinar di AS dan Jepang
Putri Ariani buka konser Jonas Brothers di ICE BSD
Joko Anwar: Film Siksa Kubur ajak penonton pertanyakan keimanan diri
Video musik “Lagi Syantik” Siti Badriah tembus 700 juta penayangan

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:03 WIB

OIKN: Kota dapat mempengaruhi pencapaian SDGs secara signifikan

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:01 WIB

Khofifah: Implementasi ilmu terapan atasi permasalahan petani garam

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:01 WIB

Neraca perdagangan Indonesia dengan Mesir surplus Rp18,23 triliun

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pemprov Sumut targetkan perputaran uang UMKM di F1H2O capai Rp1 miliar

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:58 WIB

Bridgestone tampilkan ban dengan teknologi ENLITEN di IIMS 2024

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:56 WIB

Presiden Jokowi apresiasi efisiensi di Makassar New Port

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:54 WIB

Ekonom: Stabilitas politik perlu dijaga demi resiliensi ekonomi RI

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:54 WIB

OIKN luncurkan pendahuluan VLR SDGs IKN di APFSD ke-11 

Berita Terbaru

TERKINI

KPU Jember temukan dugaan manipulasi suara di TPS

Kamis, 22 Feb 2024 - 23:39 WIB

HIBURAN

Hana Malasan jajal karakter baru di serial “Ratu Adil”

Kamis, 22 Feb 2024 - 23:20 WIB