Dua rekomendasi pakar agar kedaulatan Indonesia lewat satelit terjaga

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Kelompok Keahlian Telekomunikasi M Ridwan Effendy menyampaikan dua rekomendasinya terkait dengan industri satelit agar kedaulatan Indonesia tetap bisa terjaga.

Menurutnya kedaulatan lewat industri satelit itu bisa diciptakan dengan cara mendorong pelaku bisnis dari dalam negeri mengembangkan layanan komunikasi dengan satelit ataupun menyiapkan regulasi terkait kendali apabila tersedia penyedia layanan dari pihak asing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama, bisa memberikan peluang bagi swasta maupun BUMN untuk dapat menyediakan komunikasi lewat satelit geostasioner dengan memberikan insentif pemerintah yang disediakan lewat USO atau APBN,” kata Ridwan dalam diskusi yang berlangsung di Jakarta, Selasa.

Baca juga: BAKTI tengah timbang gunakan satelit GEO atau LEO untuk SATRIA-2

Menurutnya, kehadiran pelaku industri satelit dalam negeri masih dibutuhkan mengingat belum seluruh daerah di Indonesia terlayani oleh jaringan terestrial fiber optik untuk layanan telekomunikasi.

Di samping itu, pemanfaatan satelit GEO (Geostasioner Earth Orbit) untuk menghadirkan layanan telekomunikasi nasional menjadi penting mengingat penyediaan orbitnya juga membutuhkan proses hingga tingkat global melalui serangkaian koordinasi dengan Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU).

Agar dapat merawat kedaulatan negara di angkasa sekaligus menghadirkan layanan telekomunikasi bagi masyarakat maka Ridwan berpendapat pemberian insentif bagi pelaku industri satelit lokal dapat menjadi langkah yang bisa diambil pemerintah.

“Orbit juga bagian kedaulatan karena mendapatkan orbit itu tidak mudah. Butuh proses koordinasi panjang, koordinasi untuk frekuensinya itu memakan waktu lama. Sehingga saat sudah dapat orbit tertentu ya jangan dilepas,” katanya.

Baca juga: Menkominfo sebut BTS 4G dan SATRIA-1 “tol langit” untuk hubungkan RI

Langkah kedua yang bisa diambil pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara lewat industri satelit ialah dengan menyiapkan regulasi yang kuat terkait kendali apabila penyedia layanan dari pihak asing ingin berbisnis di Indonesia.

Baca Juga :  Mendag beri waktu 4 bulan uji coba sinergi TikTok Shop dan Tokopedia

Ridwan mengatakan saat ini cukup banyak satelit yang dimiliki pihak asing namun berada di atas angkasa Indonesia karena slot orbitnya telah ditentukan oleh International Telecommunication Union (ITU).

Hal itu sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan layanan telekomunikasi kepada masyarakat, namun Indonesia tetap harus memiliki prinsip yang kuat khususnya terkait kendali agar tetap bisa menjaga keamanan data yang termasuk bagian kedaulatan Indonesia.

“Untuk menjaga kedaulatan itu, kita (Indonesia) harus memastikan NMS (Network Management System)-nya itu terhubung dengan gateway yang ada dalam yurisdiksi Indonesia, kalau tidak terhubung ya kita tidak bisa mengatur keamanan dan keselamatan negara kita,” ujar Ridwan.

Baca juga: PSN dan BRIN berkolaborasi perkuat teknologi satelit Indonesia

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

PWI sebut “publisher right” dapat tingkatkan kualitas hidup awak media
Lenovo boyong laptop konsepnya dengan layar transparan di MWC 2024
OpenAI kenalkan Sora, kecerdasan buatan untuk ubah teks ke video
Samsung Galaxy Z Fold6 digadang bakal miliki kamera utama 200 MP
Fase pertama PLTS IKN beroperasi pada 29 Pebruari 2024
KPI-RRI-Kino Media bekerja sama untuk penuhi hak kelompok disabilitas
Xiaomi pastikan Redmi Note 13 meluncur di Indonesia akhir Februari
Neural Engine iPhone 16 dipadukan dengan fitur AI generatif iOS 18

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:26 WIB

Pemerintah targetkan 10 juta UMKM tersertifikasi halal pada Oktober 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:22 WIB

Kaltim pacu produksi pisang untuk pasar internasional

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:21 WIB

Kemenkop UKM minta UMKM gunakan digitalisasi dongkrak daya saing

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:21 WIB

Menhub targetkan proving ground Bekasi “soft launching” September 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:20 WIB

Soal tabrakan kereta Cicalengka, KNKT: Anomali sinyal terjadi sejak Agustus 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:18 WIB

BlackVue luncurkan dash cam di IIMS 2024, sematkan teknologi AI

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:18 WIB

ASDP layani 45,6 juta penumpang selama 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 01:15 WIB

Pastika: Internet masuk desa di Bali percepat pengembangan ekonomi

Berita Terbaru