Spotify tuduh Apple lakukan pemerasan dengan biaya baru App Store

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumah Bicara) – Spotify, salah satu pengkritik terbesar Apple, mengatakan bahwa rencana baru Apple untuk mematuhi peraturan teknologi Uni Eropa adalah lelucon dan pemerasan.

Laman The Verge, Sabtu, melaporkan bahwa Spotify menyebut biaya pemasangan aplikasi baru Apple sebagai pemerasan dan mengatakan bahwa Apple mencoba memaksa pengembang untuk tidak meninggalkan toko App Store. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biaya tersebut, yang disebut Apple sebagai Core Technology Fee, akan mengharuskan para pengembang yang menggunakan toko aplikasi pihak ketiga untuk membayar 0,50 Euro (sekitar Rp8.500) untuk setiap pemasangan aplikasi tahunan setelah 1 juta unduhan.

Baca juga: Spotify akan PHK 17 persen karyawan untuk kurangi biaya

Spotify mengatakan bahwa pajak baru ini akan merugikan para pengembang, terutama jika mereka menawarkan aplikasi secara gratis ke pelanggan.

“Dari apa yang kami baca di proposal Apple, pengembang harus membayar biaya ini meskipun pengguna mengunduh aplikasi, tidak pernah menggunakannya, dan lupa menghapusnya,” tulis Spotify.

Perusahaan itu juga menyebutkan komisi 17 persen yang masih akan diambil Apple dari pengembang yang memilih untuk menggunakan pemroses pembayaran pihak ketiga. Meskipun Spotify mengungkapkan rencana untuk meluncurkan sistem pembayaran dalam aplikasinya sendiri di Uni Eropa minggu ini, tampaknya hal ini tidak akan berhasil.

“Dengan basis pemasangan Apple di Uni Eropa yang mencapai 100 juta, pajak baru untuk unduhan dan pembaruan ini dapat meningkatkan biaya akuisisi pelanggan kami, yang berpotensi meningkatkannya hingga sepuluh kali lipat. Di bawah ketentuan baru ini, kami tidak dapat membayar biaya-biaya ini jika kami ingin menjadi perusahaan yang menguntungkan,” tulis CEO Spotify Daniel Ek di X (sebelumnya Twitter).

Juru bicara Apple Fred Sainz mengatakan bahwa perusahaannya dengan senang hati mendukung kesuksesan semua pengembang, termasuk Spotify.

Baca Juga :  Aplikasi Tangerang Ayo pemudah layanan masyarakat

Sainz mengatakan, bahwa perubahan yang Apple bagikan untuk aplikasi di Uni Eropa tersebut, memberikan pilihan kepada para pengembang, dengan opsi baru untuk mendistribusikan aplikasi iOS dan memproses pembayaran.

“Setiap pengembang dapat memilih untuk tetap menggunakan ketentuan yang sama dengan yang berlaku saat ini. Di bawah persyaratan baru, lebih dari 99 persen pengembang akan membayar dengan jumlah yang sama atau lebih sedikit kepada Apple,” kata Sainz.

Apple menghadapi gelombang kritik atas aturan barunya. Banyak pengembang, baik besar maupun kecil, merasa frustasi dengan biaya yang akan mereka hadapi jika mereka memutuskan untuk membawa aplikasi mereka ke luar App Store atau menambahkan opsi pembayaran alternatif.

Komisi Uni Eropa mengatakan akan mengeluarkan tanggapan terhadap perubahan Apple ketika peraturan tersebut secara resmi berlaku pada bulan Maret. Sementara itu, mereka akan memberikan banyak waktu bagi para pengembang untuk memilih aturan baru tersebut.

Baca juga: Spotify Wrapped 2023 hadir, begini cara melihatnya

Baca juga: Youtube Music kini dukung pemutaran “podcast” di Wear OS

Baca juga: Konten Korea terpopuler di layanan streaming pada 2023

Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © Rumah Bicara 2024

Sumber : www.antaranews.com

Berita Terkait

Wamenkominfo nilai humas pemerintah perlu bangun strategi komunikasi
Komite independen awasi implementasi Perpres “Publisher Rights”
Wamenkominfo sampaikan peran program DLA cetak pemimpin digital
Itjen Kemenkominfo adopsi transformasi digital lakukan pengawasan
Itjen Kominfo awasi 17 program prioritas senilai Rp7,9 triliun di 2023
Menkominfo tutup perayaan Natal 2023 dengan berbagi kebahagiaan
Gim “Mortal Kombat 1” bakal hadirkan fitur bermain lintas platform
Kemendag sebut migrasi sistem TikTok-Tokopedia sesuai target

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:39 WIB

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:30 WIB

Bapanas: Bantuan pangan beras 10 kg di Sulut sasar 1.003 KPM

Berita Terbaru

BOLA

PSIS bermain seri 1-1 lawan Dewa United

Sabtu, 24 Feb 2024 - 07:41 WIB