Bandung dan Semarang naik jadi lima besar asal ancaman siber Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumahbicara.com) –

Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah naik peringkat menjadi lima besar daerah asal ancaman siber di Indonesia menurut laporan AwanPintar.id terkait Ancaman Digital di Indonesia Semester II-2023.

Pendiri AwanPintar.id Yudhi Kukuh dalam diskusi bersama awak media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, mengatakan pusat-pusat serangan baru di luar Jabodetabek sebelumnya tidak muncul pada laporan Ancaman Digital di Indonesia pada semester I-2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menunjukkan juga kalau aktivitas yang bisa dikatakan ilegal, seperti itu, bukan hanya kelemahan di Jabodetabek. Tapi ini sudah masuk ke mana-mana, di sini, Bandung dan Semarang masuk di Semester II,” kata Yudhi.

Serangan siber merupakan intrusi yang dilancarkan dari dunia maya untuk menembus sistem jaringan keamanan data dan informasi pusat dan infrastruktur penting, baik fisik maupun nonfisik, sehingga menimbulkan risiko keamanan terhadap setiap akses dan kontrol yang dijalankan penggunanya.

 

Dalam perkembangannya, serangan siber dianggap sebagai media yang sangat efektif untuk mengguncang stabilitas keamanan negara karena memiliki karakteristik yang murah, mudah dijalankan, dan efektif mencapai hasil yang diharapkan.

Baca juga: Awanpintar.id hadirkan solusi pendeteksi ancaman serangan siber

Baca juga: Andi Widjajanto sebut Indonesia perlu miliki UU keamanan siber

Yudhi mengatakan dari 514 kota dan kabupaten yang ada di Indonesia, daerah-daerah yang dideteksi oleh AwanPintar.id sebagai wilayah terdepan dalam melakukan serangan siber dalam konteks ancaman dalam negeri, yaitu: Jakarta (80,97 persen), Bekasi (6,09 persen), Depok (5,69 persen), Bandung (3,67 persen), dan Semarang (3,58 persen).

Itu menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur di daerah sudah semakin canggih untuk mengakomodasi perubahan yang cepat, namun keberadaannya juga menempatkan daerah tersebut pada posisi kritis, karena menghadirkan permukaan serangan siber yang juga semakin meluas.

Baca Juga :  NOAH pamit hingga POCO C65 meluncur di Indonesia

Di era perkembangan teknologi dan informasi saat ini, ancaman terhadap keamanan juga semakin kompleks.

Yudhi menyatakan tidak menutup kemungkinan bahwa serangan siber di dalam negeri tersebut memiliki operator yang melakukan aksinya dari luar.

“Meskipun ancaman siber berasal dari dalam negeri sendiri, bukan berarti operator serangan tersebut melakukan aksinya dari dalam Indonesia,” kata dia.

Karena pelaku serangan bisa saja berasal dari negara lain yang memanfaatkan perangkat

digital yang alamat IP (internet protocol)-nya berhasil mereka kuasai di Indonesia.

Misalnya dari “router wifi” yang sistem keamanannya belum dimutakhirkan, menjadi celah untuk mengakses data pengguna internet yang mengkoneksikan perangkat ke sana.

Baca juga: BSSN sebut serangan siber malware marak akibat “software” bajakan

Baca juga: Lemhannas RI: Indonesia alami 1,2 miliar serangan siber per tahun

Ini juga mengindikasikan bahwa aset infrastruktur digital di daerah pun masih mungkin berpotensi dikuasai oleh pelaku dari negara lain.


Secara umum, selama paruh kedua tahun 2023, insiden serangan seperti pencurian kredensial, phising, social engineering, Distributed Denial of Service (DDoS), ransomware” tumbuh dan semakin marak di Indonesia lewat berbagai trik dan strategi.

 

Pada Mei, di Indonesia terjadi insiden ransomware LockBit yang menginvasi sejumlah institusi.

 

Prestasi serangan itu disinyalir menjadi katalis selanjutnya bagi penjahat siber lain untuk semakin intens meningkatkan serangannya di Indonesia.

 

Serangan yang sama berlaku pada September dan Oktober, di mana serangan siber serupa gelombang kedua terjadi kembali, membuat Indonesia kembali dibanjiri oleh ancaman digital yang lebih besar. Sebagai catatan, pada bulan yang sama, di Indonesia juga terjadi insiden serangan Ransomware di salah satu lembaga keuangan.

Baca Juga :  Kemarin, netralitas TNI hingga Mahfud Menko Polhukam terlama

 

Sehingga, dapat diartikan bahwa pelaku ancaman digital dapat dengan cepat memanfaatkan kerentanan setelah informasi kerentanan dirilis secara resmi (Common Vulnerability and Exposures/CVE) pada 2023.

Umumnya terdapat jeda waktu saat CVE dirilis dengan kecepatan vendor mengeluarkan perbaikan (patching) untuk menambal lubang kerentanan. Jangka waktu itu dikenal dengan istilah Zero-Day Time.

Baca juga: Kaspersky gagalkan 7 juta ancaman daring targetkan pengguna Indonesia

Pada Zero-Day Time itu, para penjahat siber mulai melakukan serangan memanfaatkan informasi yang didapat terkait kerentanan sistem.

 

Walaupun 80 persen serangan didominasi oleh dua kerentanan umum, dalam ancaman Common Vulnerability and Exposures (CVE), satu serangan saja sudah terlalu banyak.

 

Jika satu berhasil dibuat, dalam jangka waktu yang tidak lama bisa menyebar dengan cepat dan berkembang berkali-kali lipat.

 

Contohnya, kerentanan pada server Apache ActiveMQ (CVE-2023-46604) yang dipublikasikan pada 27 Oktober 2023, menduduki tipe serangan kerentanan tertinggi pada bulan berikutnya atau November 2023.

 

Yudhi berpendapat bahwa itu dikarenakan jumlah dan keberagaman pengguna server “Apache ActiveMQ” hingga mencapai pengguna organisasi bisnis menjadi daya tarik tersendiri bagi penyerang.

Pendiri AwanPintar.id Yudhi Kukuh saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024). (Rumahbicara.com/Abdu Faisal)

​​​​​​​Oleh karena itu, Yudhi merasa perlu menawarkan cara identifikasi CVE dalam database mesin keamanan berbasis awan (Cloud Security Engine) yang dimiliki AwanPintar.id, sebagai suatu sistem peringatan dini (early warning system) bagi perusahaan atau institusi pemerintahan yang ingin memonitor serangan yang masuk ke jaringannya.

​​​​​​​

Data yang masuk dapat dianalisa dan hasil analisa pun ditampilkan untuk keperluan Security Operation Center atau Computer Security Incident Tindak balase Team dari pengguna AwanPintar.id, untuk memenuhi syarat kepatuhan (compliance) yang diberlakukan di unit bisnis masing-masing.

Baca Juga :  Presiden Jokowi pimpin apel kehormatan dan renungan suci

Akibat analisa juga dapat digunakan untuk memilih solusi yang tepat penutup celah kerentanan.

Pewarta: Abdu Faisal
Penyunting: Zita Meirina
Copyright © Rumahbicara.com 2024

Asal : www.antaranews.com

Berita Terkait

Bawaslu RI sebut PSS di Paniai tunggu sinyal hijau dari pihak keamanan
Aliansi Advokat Indonesia: Pertahankan hasil pemilu sesuai mekanisme
Ten Hag akan lakukan segalanya demi bawa MU finis di empat besar
Imigrasi Batam deportasi buron asal Jepang
Temui Sri Sultan HB X selama dua jam, ini kata Menko Polhukam
Dubes Ukraina sebut masyarakat internasional bisa hentikan perang
KPU: Anggaran Sirekap akan dilaporkan dan diaudit BPK 
Kementerian PPPA bersama Pemprov Maluku komitmen cegah perkawinan anak

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:38 WIB

Pelatih Persebaya maklumi kesalahan Paulo Henrique

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:37 WIB

Greenwood akan tolak pinangan Barcelona karena ingin kembali ke MU

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:35 WIB

Hokky tetap optimistis Garuda Muda tembus 8 besar Piala Asia U-23

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:34 WIB

Divaldo Alves nilai imbang lawan Persebaya sebagai hasil yang adil

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:33 WIB

Persib gagal pertahankan keunggulan dan ditahan imbang Barito Putera

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:32 WIB

Persib Bandung ditahan imbang Barito Putera

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:31 WIB

Tuchel: Saya bukan satu-satunya masalah di Muenchen

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:30 WIB

Jadi tuan rumah Liga 3, Persikota Tangerang ditargetkan juara

Berita Terbaru

BOLA

Pelatih Persebaya maklumi kesalahan Paulo Henrique

Sabtu, 24 Feb 2024 - 04:38 WIB

BISNIS

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 04:35 WIB

DUNIA

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Feb 2024 - 04:26 WIB