Bapanas percepat konversi beras SPHP dan komersial ke kemasan 5 kg

- Jurnalis

Selasa, 13 Februari 2024 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumahbicara.com) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya mendorong percepatan konversi baik beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun komersial menjadi kemasan 5 kilogram (kg).

“Sekarang yang kita percepat adalah cetak beras kemasan 5 kg lalu kirim ke pasar, itu saja sederhana, baik SPHP dan komersial,” kata Arief dalam keterangan di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arief menyampaikan bahwa pihaknya bersama kementerian dan lembaga yang terkait telah diberikan arahan Presiden Joko Widodo untuk bergerak cepat mengatasi kondisi beras nasional.

Dia juga mengaku mendapatkan perintah dari Presiden Jokowi agar memastikan stok beras kemasan 5 kg di ritel modern tersedia sehingga masyarakat bisa berbelanja beras dengan tenang dan bijak sesuai kebutuhan.

“Untuk itu, Bapak Presiden tadi telah memerintahkan agar semuanya tolong di konversi ke beras 5 kg, lalu segera kirim ke pasar tradisional, pasar ritel modern. Jadi, semua elemen ekosistem beras nasional mulai dari penggiling padi, pedagang termasuk ritel, BUMN, dan BUMD, kita akan cetak ke 5 kg, kita akan percepat,” kata Arief.

Selain itu, Arief mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga memerintahkan Bapanas untuk mengatasi terkait Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang memiliki stok beras yang banyak, sedangkan di retel modern sangat sedikit.

“Saya juga diperintah untuk membereskan yang Cipinang ini, karena di sini stoknya banyak tetapi di pasar ritel modern sedikit,” ucap Arief.

Dia menerangkan konversi beras komersial nantinya akan dilakukan PT Food Station, sementara untuk mengkonversi beras program SPHP ke kemasan 5 kg akan dilakukan Bulog.

“Untuk yang komersial akan dikerjakan oleh Food Station bersama penggiling padi yang lain. Lalu untuk SPHP, nanti Bulog juga dibantu oleh teman-teman yang punya rebagging (pengemasan ulang),” terang Arief.

Baca Juga :  Saham Asia dibuka melemah jelang rilis data inflasi AS

Arief menyebut beras komersial yang akan dikonversi ke kemasan 5 kg telah disiapkan sebanyak 200 ribu ton. Khusus untuk Jakarta, kata dia, sesuai permintaan dari Penjabat Gubernur DKI Jakarta dan Direktur Utama Food Station diberikan 50 ribu ton.

Ia mengatakan program intervensi pemerintah terhadap Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) telah dilakukan sejak tahun 2023 dan terus dilanjutkan hingga tahun ini.

Setelah dilaksanakan itu, kata Arief, tren harga beras medium (IR 64 III) di PIBC mulai menurun secara gradual. Per 9 Februari, harga beras medium (IR 64 III) yang tercatat di PIBC adalah Rp10.655 per kg dengan stok beras total mencapai 34.590 ton.

“Jadi apa yang dilakukan Badan Pangan Nasional adalah memberikan keseimbangan antara hulu, tengah, dan hilir. Khusus untuk yang hilir, karena harganya tinggi, ini kita lagi bahas dan siapkan segera.

Arief menambahkan terkait 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) masyarakat yang masuk kategori kurang mampu, nantinya akan tercover dengan bantuan pangan beras gratis 10 kg.

“Ini bukti pemerintah fair. Bantuan pangan beras ini sedikit banyak akan mempengaruhi tarikan dari (permintaan beras) ritel,” kata Arief.

Baca juga: Bapanas sebut pembatasan pembelian beras di ritel demi pemerataan

Baca juga: Food Station dan mitra usaha kerja sama amankan stok beras Ramadhan

Baca juga: Bulog pastikan stok beras di Jabar aman hingga Idul Fitri 2024

Pewarta: Muhammad Harianto
Penyunting: Azis Kurmala
Copyright © Rumahbicara.com 2024

Asal : www.antaranews.com

Berita Terkait

Vidio hadirkan aksi kriminal menegangkan lewat serial “Ratu Adil”
Sportel Rendez-vous Bali 2024 ajak perangi pembajakan konten olahraga
Wamendag ingatkan bahwa media sosial tidak boleh berjualan
“Green inflation” dan pemanfaatan energi hijau
OIKN ungkap IKN beroperasi secara perdana pada 17 Agustus 2024
Film spin off John Wick “Ballerina” undur tanggal perilisan
Bawaslu Jakbar: Angka Sirekap bukan acuan perhitungan sebenarnya
Satuan pendidikan diimbau mampu respons perilaku agresif peserta didik

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:06 WIB

Borneo susun kiat jaga stabilitas jalani sembilan sisa laga

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:06 WIB

Sumardji beri ultimatum kepada pelatih Bhayangkara Mario Gomez

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:05 WIB

Bhayangkara FC takluk 1-4 dari PSS Sleman

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

Borneo petik tiga poin kemenangan tumbangkan Persikabo 3-2 di Bali

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:02 WIB

Mokhamad Syaifuddin bergabung dengan Persis sebagai asisten pelatih

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:01 WIB

Rans Nusantara FC berambisi akhiri puasa kemenangan ketika jamu Arema

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:01 WIB

Ronaldo antar Al Nassr melaju ke perempat final Liga Champions Asia

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:59 WIB

Persik Kediri boyong 22 pemain lawan Persis Solo

Berita Terbaru

HIBURAN

Dian Sastro tantang diri jadi anak mafia di “Ratu Adil”

Kamis, 22 Feb 2024 - 22:19 WIB