Bawaslu: ada dugaan pidana pemilu di DPT Johor Bahru

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (Rumahbicara.com) – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty menyebutkan ada dugaan pidana pemilu dalam kasus ribuan nama ganda pada daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) di Johor Bahru, Malaysia.

“Kami sedang melakukan penanganan terhadap peristiwa ini, karena dugaannya pidana pemilu dan saat ini sedang berproses,” ujar Lolly saat wawancara eksklusif bersama Rumahbicara.com di Kantor Bawaslu RI, Jakarta (1/2), yang disiarkan Jumat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan kasus tersebut sedang ditangani Bawaslu RI, sehingga masyarakat diminta menunggu hasilnya. Apabila sedang berproses, Bawaslu RI harus menjaga proses tersebut sampai akhir.

“Sehingga masyarakat diharapkan dapat menunggu, karena kalau sedang berproses, kami juga harus menjaga seluruh prosesnya. Nanti hasilnya pasti akan kami sampaikan,” katanya.

Sebelumnya (1/2), Organisasi Migrant Care menemukan sebanyak 3.238 nama ganda pada daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) di Johor Bahru, Malaysia.

“Tim Migrant Care menemukan sekitar 3.238 nama dengan alamat dan umur yang sama. Artinya, pada DPTLN Johor Bahru PPLN mempublikasikan nama, umur, dan alamat masing-masing warga negara,” ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo dalam konferensi persnya di Bawaslu RI, Jakarta (1/2).

Selain 3.238 nama ganda ditemukan dalam DPT Johor Bahru, Migrant Care juga menemukan banyak data ganjil, yakni sekitar 24 orang dari DPTLN Johor Bahru bertuliskan alamat Indonesia dan 19 nama dalam data tertulis beralamat ‘bercuti/rehat/pulang’.

Menurutnya, pemilihan di luar negeri, terkhusus Malaysia merupakan negara yang menjadi fokus pemantauan Migrant Care dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2024.

Adapun wilayah Johor Bahru menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak pemilu Indonesia di luar negeri. Total pemilih 119.491 orang.

Baca Juga :  BMKG: Gempa M6,4 di wilayah Sarmi Papua dipicu sesar Anjak Mamberamo

Susilo meminta kejanggalan data ini menjadi perhatian Bawaslu dan KPU. Apabila tak benar-benar dipantau akan berpotensi jadi tempat penggelembungan suara.

Dia menduga masih banyak nama ganda di DPTLN lain. Oleh karena itu, Susilo berharap Bawaslu dan KPU dapat melihat kembali secara cermat dan rinci DPTLN terutama di negara-negara di mana dengan jumlah pemilih yang besar.

Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
Penyunting: Edy M Yakub
Copyright © Rumahbicara.com 2024

Asal : www.antaranews.com

Berita Terkait

PJ Heru: Pengolah sampah 3R Pejaten Barat bisa kelola 50 ton per hari
Gwen Stefani akui pelajari lagu No Doubt lagi untuk Coachella
Menhan AS: NATO dukung Ukraina untuk jangka panjang
Lukaku: Imbang di kandang Feyenoord adalah hasil yang bagus
Perenang China, Pan Zhanle kunci medali emas di nomor 100 m gaya bebas
Klinsmann semakin dekat dengan pintu keluar dari Korsel
Kemenkeu: Pilih instrumen investasi sesuai tujuan keuangan
Melihat lebih dekat PLTS di IKN berkekuatan 50 megawatt

Berita Terkait

Jumat, 16 Februari 2024 - 10:51 WIB

Bulog Bali alokasi CBP dalam pasar murah pemda jelang Galungan

Jumat, 16 Februari 2024 - 08:48 WIB

SIG beri bantuan bagi korban bencana banjir bandang Grobogan dan Demak

Jumat, 16 Februari 2024 - 07:47 WIB

Indikasi pelemahan perekonomian di balik surplus neraca perdagangan

Jumat, 16 Februari 2024 - 06:45 WIB

Redmi Note 13 meluncur akhir Februari hingga 3 harga mobil BYD di IIMS

Jumat, 16 Februari 2024 - 05:43 WIB

BPS Papua: Tiga negara jadi pemasok barang terbesar di Januari 2024 

Jumat, 16 Februari 2024 - 04:43 WIB

Bridgestone Indonesia kembali jadi mitra IIMS 2024

Jumat, 16 Februari 2024 - 03:42 WIB

Wuling pamerkan tampilan interior dan eksterior Cloud EV di IIMS 2024

Jumat, 16 Februari 2024 - 02:41 WIB

MG tampilkan Maxus 9 EV dan ES EV di IIMS 2024

Berita Terbaru