IESR: PLTS berkontribusi untuk capai 23 persen bauran energi di 2025

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024 - 00:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

saya kira target 23 persen bauran energi di tahun 2025 itu bisa tercapai

Jakarta (Rumahbicara.com) – Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bahwa dengan mengoptimalkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat berkontribusi untuk mencapai 23 persen bauran energi di tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi PLTS itu bisa dioptimalkan untuk mencapai, paling tidak berkontribusi cukup signifikan untuk mencapai 23 persen bauran energi di tahun 2025,” kata Fabby dalam Pojok Energi bertajuk Sinyal Ujung Transisi Energi yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu.

Menurutnya optimalisasi PLTS cukup tepat untuk mencapai target bauran energi di tahun 2025 karena sumber energinya paling banyak di Indonesia. PLTS ini juga dinilai sangat fleksibel karena bisa dipasang di atas atap, di atas tanah, di atas air bahkan di atas lahan pertanian bisa.

“Saya melihat dari kemungkinan yang ada. Jadi kalau kita lihat dari sisi teknologi yang tersedia, sumber daya yang tersedia kemudian kecepatan kita untuk membangun yang sekian Kilowatt, Gigawatt, saya sangat percaya bahwa PLTS itu yang memang harus dioptimalkan,” ucap Fabby.

Baca juga: PLN bangun PLTS 1 juta atap di Kalbar untuk tingkatkan elektrifikasi

Baca juga: PTBA-PT KCE MoU pengembangan pembangkit listrik tenaga surya

Fabby mengaku bahwa pihaknya telah melakukan studi pada tahun 2014 terkait potensi penggunaan PLST atap bisa menghasilkan 655 Gigawatt untuk rumah di seluruh Indonesia.

“Studi menunjukkan sebenarnya kalau katakan pelanggan PLN yang berlangganan listrik di atas 2200 VA, itu (bisa) menggunakan PLTS minimum dua kWp,” kata Fabby.

Menurutnya jika hal tersebut dilakukan sampai tahun 2030, maka bisa mencapai 15 sampai 20 Gigawatt bahkan bisa lebih. Fabby mengaku juga memasang PLTS di rumahnya dengan 5,5 kWp.

Baca Juga :  Lyon pecat Grosso dan angkat Sage sebagai pelatih baru

Meski begitu pihaknya mendorong agar pemerintah tidak mempersulit regulasi pemasangan PLTS. Optimalisasi PLTS atap sangat tetap apalagi dianggap tidak memerlukan APBN.

Baca juga: Suryanesia sediakan solusi PLTS atap tanpa investasi

Baca juga: AEON Mall gandeng SNN guna transisi ke energi bersih

Selain itu, Fabby mengatakan bahwa upaya lainnya yang juga harus dilakukan untuk menaikkan bauran 23 persen di 2025 yakni dengan menambah penggunaan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan energi fosil.

Dia menyarankan jika ada PLTU yang tidak efisien lagi maka sebaiknya dipensiunkan dini sampai 2025. Fabby mencatat setidaknya ada sekitar 4,8 Gigawatt yang bisa berpotensi untuk dipensiunkan dini dari PLTU yang tidak efisien lagi.

Fabby menambahkan bahwa upaya tersebut juga sebagai bentuk untuk mencapai target Emisi Nol Bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat.

“Jadi kalo ini dilakukan terus, kita tidak membangun PLTU baru sampai 2030, saya kira target 23 persen bauran energi di tahun 2025 itu bisa tercapai. Dan di tahun 2030 kita bisa mendapat target energi baru terbarukan sekitar 40 sampai 45 persen,” kata Fabby.

Baca juga: Garudafood bangun PLTS Atap potensi serap 1.000 ton karbon per tahun

Baca juga: PLTS Terapung Cirata berpotensi tambah kapasitas hingga 1000 MWp

Baca juga: Pemerintahan targetkan PLTS 50 MW pasok IKN pada 2024

Pewarta: Muhammad Harianto
Penyunting: Budhi Santoso
Copyright © Rumahbicara.com 2024

Asal : www.antaranews.com

Berita Terkait

Suara Prabowo-Gibran capai 57,46 persen berdasarkan hitung cepat KPU 
AS dan China setuju lanjutkan pembahasan tentang Korut dan Timteng
Juara Olimpiade Chris Hoy tak ingin menyerah untuk melawan kanker
Berita terpopuler akhir pekan, Kemenkes catat 27 kasus kematian petugas KPPS pada Pemilu 2024 hingga Konser Ed Sheeran dipindahkan ke JIS
Harga emas naik karena data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan
TNI bantu tarik logistik pemilu dari TPS terisolir di Wondama-Papua
Pj Gubernur Jateng kukuhkan atlet Pelatda PON
Golkar runner-up quick count, pengamat nilai ada efek Ridwan Kamil

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:29 WIB

Ketua Asperapi Jatim: Kepemimpinan penentu berkembangnya sebuah usaha

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:26 WIB

Pemerintah targetkan 10 juta UMKM tersertifikasi halal pada Oktober 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 08:24 WIB

Pertagas Niaga tingkatkan ketersediaan LNG di Jawa-Bali

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:22 WIB

Kaltim pacu produksi pisang untuk pasar internasional

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:21 WIB

Kemenkop UKM minta UMKM gunakan digitalisasi dongkrak daya saing

Sabtu, 17 Februari 2024 - 05:21 WIB

Menhub targetkan proving ground Bekasi “soft launching” September 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 04:20 WIB

Soal tabrakan kereta Cicalengka, KNKT: Anomali sinyal terjadi sejak Agustus 2023

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:18 WIB

BlackVue luncurkan dash cam di IIMS 2024, sematkan teknologi AI

Berita Terbaru

DUNIA

CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah

Sabtu, 17 Feb 2024 - 11:27 WIB