LSM: Diperlukan komitmen semua pihak di perusahaan terapkan kesetaraan

- Jurnalis

Kamis, 18 Januari 2024 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edukasi para pekerja laki-laki memanfaatkan parental leave dengan baik

Jakarta (Rumahbicara.com) – Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Wita Krisanti mengatakan diperlukan komitmen pimpinan teratas sampai ke tingkat bawah dari suatu perusahaan untuk menerapkan kesetaraan di tempat kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diperlukan komitmen dari pimpinan teratas sampai ke bawah. Jadi jangan bagian HR (Human Resource)-nya saja yang disuruh bikin kegiatan A, B, C, tapi komitmen dari atas itu tidak ada,” kata Wita Krisanti dalam acara diskusi “Eksperimen Sosial Kerja Perawatan” di Jakarta, Kamis.

Menurut Wita Krisanti, ada banyak bentuk dukungan yang bisa diberikan perusahaan kepada pekerjanya, misalnya parental leave untuk perempuan dan laki-laki.

“Cuti tiga atau empat bulan untuk pekerja perempuan, sementara untuk laki-laki, sudah mulai banyak perusahaan yang menerapkan lebih dari cuti minimum,” kata Wita Krisanti.

Baca juga: Menteri PPPA ajak ciptakan dunia yang setara bagi perempuan-laki-laki

Baca juga: Kemnaker sambut baik adanya panduan kesetaraan di tempat kerja

Di sisi lain, perusahaan juga didorong untuk memberikan edukasi kepada para pekerja laki-laki untuk memanfaatkan parental leave dengan baik guna mendukung istri yang baru melahirkan dan untuk menjalin ikatan emosional dengan anak-anak.

“Pemahaman apa yang harus dilakukan para pekerja laki-laki saat mengambil parental leave, jangan dihabiskan untuk main game atau touring,” katanya.

Kemudian perusahaan juga bisa memberikan pengaturan kerja yang fleksibel untuk pekerja perempuan dan laki-laki.

“Ketika laki-laki mengambil pengaturan kerja yang fleksibel ini, minta izin untuk datang terlambat, cuti setengah hari karena mesti antar istri yang lagi hamil ke dokter, jemput anak atau hadir di konser anaknya, itu juga adalah upaya yang perlu dihargai,” kata Wita Krisanti.

Baca Juga :  Hari ke-28 kampanye, Ganjar diagendakan keliling Sukoharjo

Namun demikian, pihaknya tidak membantah masih adanya suara sumbang terhadap pekerja mengambil pengaturan kerja yang fleksibel.

“Seringkali ada jokes yang tidak lucu sebenarnya, seperti istri, lu ke mana?,” katanya.

Sehingga pemberian fasilitas pengaturan kerja yang fleksibel ini juga perlu disertai dengan perubahan budaya kerja di perusahaan tersebut.

Baca juga: IBCWE dorong asesmen kesetaraan gender di tempat kerja

Baca juga: Kesetaraan gender di tempat kerja, apakah positif bagi bisnis?

Pewarta: Anita Permata Dewi
Penyunting: Zita Meirina
Copyright © Rumahbicara.com 2024

Asal : www.antaranews.com

Berita Terkait

Kemarin, Film Avatar hingga elektrifikasi buka peluang builder lokal
Kriminal kemarin, Polda panggil Firli hingga hukuman pengedar narkoba
Bawaslu RI sebut PSS di Paniai tunggu sinyal hijau dari pihak keamanan
Aliansi Advokat Indonesia: Pertahankan hasil pemilu sesuai mekanisme
Ten Hag akan lakukan segalanya demi bawa MU finis di empat besar
Imigrasi Batam deportasi buron asal Jepang
Temui Sri Sultan HB X selama dua jam, ini kata Menko Polhukam
Dubes Ukraina sebut masyarakat internasional bisa hentikan perang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:30 WIB

CSRC janjikan peningkatan standar pengawasan dan penindakan keras

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:28 WIB

Pemenuhan hak Palestina yang menentukan nasib sendiri adalah kewajiban

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:26 WIB

Harga rumah di China terus merosot pada Januari 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:26 WIB

Perusahaan China manfaatkan momentum RCEP untuk tingkatkan ekspor

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:24 WIB

Kamboja minta dukungan global lebih besar capai target bebas ranjau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:23 WIB

Kemenhan Rusia sebut Ukraina kehilangan 2.900 tentara di arah Avdiivka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:22 WIB

Kaisar Jepang sampaikan duka cita bagi korban gempa bumi

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:21 WIB

Belarus dan Rusia gelar latihan militer gabungan pada 2025

Berita Terbaru