Tiga warga Badui korban gigitan ular berbisa kondisinya parah

- Jurnalis

Selasa, 6 Februari 2024 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak (Rumahbicara.com) –

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tiga warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban gigitan ular berbisa jenis ular tanah dan kondisinya cukup parah.

 

“Tiga korban gigitan ular berbisa itu warga Kampung Cibogo dan Kampung Pamoean menolak untuk dirujuk ke RSUD Banten,” kata Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat di Lebak, Selasa.

 

Mereka menolak dirujuk ke RSUD Banten dengan berbagai alasan, di antaranya  merasa ketakutan mengeluarkan biaya perawatan medis cukup besar, karena mereka tidak memiliki BPJS Kesehatan.

 

Padahal, mereka difasilitasi oleh SRI untuk dirujuk ke RSUD Banten dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

 

 

Menurut dia, alasan lainnya ketakutan lama untuk menjalani perawatan medis di RSUD Banten, karena sudah mendekati tradisi ritual Kawalu.

 

“Warga korban gigitan ular itu tinggal di kampung yang berdekatan dengan lokasi permukiman Badui Dalam yang masih kuat memegang tradisi adat,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, pihaknya bersama tim medis SRI, termasuk dokter akan mengunjungi tiga korban gigitan ular yang kini kondisinya cukup parah, bahkan di antaranya bernama Sangsang (45) warga Kampung Cibogo Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar terlihat tangan bagian kanan menghitam dan membusuk.

 

 

Ia mengatakan, selama ini masyarakat Badui diminta mewaspadai gigitan ular berbisa, terlebih saat musim hujan karena ular berkeliaran di jalan dan permukiman penduduk.

 

“Saat ini kasus warga Badui yang menjadi korban gigitan ular tanah yang dapat mematikan itu menjadi persoalan yang cukup menonjol. Dalam sepekan, warga Badui yang menjadi korban gigitan ular berbisa antara tiga sampai lima orang,” ujarnya.

Baca Juga :  Arus balik di Soetta, penumpang terbantu layanan check-in mandiri

 

 

“Kami bekerja keras dengan melakukan upaya perawatan medis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Badui,”kata Muhammad Arif.

Pewarta: Mansyur suryana
Penyunting: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © Rumahbicara.com 2024

Asal : www.antaranews.com

Berita Terkait

Verstappen: Masih terlalu dini sebut Red Bull sebagai tim terkuat
Kemenhub maksimalkan Pelabuhan Bitung tingkatkan ekspor perikanan
Kemarin, Film Avatar hingga elektrifikasi buka peluang builder lokal
Kriminal kemarin, Polda panggil Firli hingga hukuman pengedar narkoba
Bawaslu RI sebut PSS di Paniai tunggu sinyal hijau dari pihak keamanan
Aliansi Advokat Indonesia: Pertahankan hasil pemilu sesuai mekanisme
Ten Hag akan lakukan segalanya demi bawa MU finis di empat besar
Imigrasi Batam deportasi buron asal Jepang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:39 WIB

Pj Gubernur Jatim: Pembangunan pabrik smelter dongkrak perekonomian

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:38 WIB

BPTD Maluku sebut tujuh bus siap beroperasi selama Ramadhan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 05:37 WIB

Kemenkop UKM harap aturan UMKM wajib bersertifikasi halal ditunda

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:35 WIB

Era elektrifikasi peluang modifikator lokal berkarya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 03:34 WIB

Israel membangun lebih dari 3.300 unit pemukiman di Tepi Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:34 WIB

Menko Luhut bidik Pulau Samosir jadi destinasi wisata premium

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:33 WIB

Kemenkop UKM: Penegakan hukum impor pakaian bekas harus makin ketat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:32 WIB

Pemerintah targetkan Prakerja diikuti 1,148 juta peserta tahun ini

Berita Terbaru